Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Emas

Harga Emas di Palopo Capai Puncak, Investasi Makin Menjanjikan

Pimpinan Pegadaian Cabang Palopo, Erik, menyampaikan harga emas saat ini mencapai puncaknya.

Tayang:
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Sudirman
logammulia.com
HARGA EMAS HARI INI - Ilustrasi harga emas. emas batangan Galeri 24 milik Pegadaian dijual dengan harga Rp 2.163.000 per gram. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Harga emas di Kota Palopo menyentuh harga tertinggi sepanjang sejarah.

Saat ini, emas murni Antam dijual dengan harga Rp 2.272.000 per gram.

Sementara, emas batangan Galeri 24 milik Pegadaian dijual dengan harga Rp 2.163.000 per gram.

Pimpinan Pegadaian Cabang Palopo, Erik, menyampaikan harga emas saat ini mencapai puncaknya.

"Per tanggal 25 September 2025, harga emas mencapai rekor tertinggi selama ini, yakni Rp 2.272.000 per gram," kata Erik kepada Tribun-Timur.com, Kamis (25/9/2025).

Kenaikan harga emas ini mencapai sekira 40 persen dibandingkan awal tahun 2025, ketika harga emas berada di kisaran Rp 1,6 juta per gram.

Erik menjelaskan, fluktuasi harga emas dipengaruhi berbagai faktor.

"Naik turunnya harga emas tergantung kebijakan suku bunga USA, inflasi daya beli, ketidakpastian ekonomi dan geopolitika, permintaan pasar, spekulas serta sentimen pasar," jelasnya.

Melihat tren kenaikan harga emas yang terus berlanjut, Erik menyarankan masyarakat untuk mempertimbangkan emas sebagai salah satu instrumen investasi yang menjanjikan.

Pegadaian memiliki sejumlah program menarik untuk investasi emas.

Warga Palopo pun merespons kenaikan harga emas ini.

Rifqi, seorang pemuda, mengaku kaget dengan lonjakan harga tersebut.

"Saya kira masih Rp 2 juta, ternyata sudah Rp 2,2 juta," ujarnya.

Rifqi menilai ada sisi positif dan negatif dari kenaikan harga emas.

"Ada sisi bagusnya harga emas naik, karena bisa melindungi kekayaan dari inflasi dan pelemahan mata uang. Jadi bisa untuk investasi," tambahnya.

Namun, ia juga menyadari dampak kenaikan harga bagi pembeli baru.

"Sisi buruknya mungkin dirasakan pembeli baru, karena harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk beli emas," tuturnya.

Melihat tren yang ada, Rifqi memilih untuk tetap berinvestasi emas demi kebaikan jangka panjang.

Laporan Wartawan Kontributor Tribun-Timur: Andi Bunayya Nandini

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved