Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

ParagonCorp Bawa Misi Hutan Lestari dan Bioekonomi Indonesia ke Forum Global

ParagonCorp memperkenalkan potensi besar bioekonomi Indonesia melalui pemanfaatan hasil hutan non-kayu yang dikelola secara bertanggung jawab.

Tayang:
Editor: Muh. Abdiwan
Tribun-timur.com/Muh. Abdiwan
STAND PARAGON - ParagonCorp memperkenalkan potensi besar bioekonomi Indonesia melalui pemanfaatan hasil hutan non-kayu yang dikelola secara bertanggung jawab. ke ajang Partnership for Forests Conference (P4F) yang berlangsung di Barbican Conservatory, London, pada Jumat (29/5). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim, Indonesia kembali menunjukkan bahwa hutan tidak hanya layak dijaga, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat ekonomi tanpa harus ditebang.

Pesan itulah yang dibawa ParagonCorp saat tampil dalam Partnership for Forests Conference (P4F) di London, beberapa hari lalu, sebuah forum internasional yang didukung Pemerintah Inggris dan mempertemukan pelaku usaha, investor, serta organisasi keberlanjutan dari berbagai negara.

Menjadi satu-satunya perusahaan kecantikan asal Indonesia yang hadir dalam forum tersebut tahun ini, ParagonCorp memperkenalkan potensi besar bioekonomi Indonesia melalui pemanfaatan hasil hutan non-kayu yang dikelola secara bertanggung jawab.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah prototype produk berbasis Illipe Butter, bahan alami yang berasal dari buah pohon tengkawang (Shorea stenoptera) yang tumbuh di hutan Kalimantan Barat.

Komoditas ini dipanen oleh masyarakat Dayak dengan mengikuti siklus alami pohon tanpa membuka lahan baru maupun melakukan deforestasi, sehingga keberlangsungan ekosistem tetap terjaga.

“Indonesia memiliki kekayaan hayati yang luar biasa. Melalui forum ini kami ingin menunjukkan bahwa hutan yang tetap berdiri juga dapat menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola secara bertanggung jawab,” ujar Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa.

Bagi masyarakat lokal, tengkawang bukan sekadar hasil hutan biasa.

Buah yang telah dimanfaatkan secara turun-temurun itu kini mulai dilirik sebagai bahan baku potensial untuk berbagai industri, termasuk industri kecantikan global yang semakin membutuhkan bahan alami dan berkelanjutan.

Berbeda dengan komoditas yang mengharuskan pembukaan lahan baru, pemanfaatan hasil hutan non-kayu memungkinkan masyarakat memperoleh nilai ekonomi sambil tetap menjaga fungsi ekologis kawasan hutan.

Meski demikian, ParagonCorp menegaskan bahwa pengembangan Illipe Butter saat ini masih berada pada tahap riset dan pengembangan.

Kehadiran bahan tersebut di forum internasional bukan untuk memperkenalkan produk baru, melainkan membuka ruang diskusi mengenai peluang besar bioekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, ParagonCorp juga mengajak para peserta untuk melihat hutan dari perspektif yang lebih luas.

Hutan bukan hanya kumpulan pepohonan yang menghasilkan oksigen, tetapi juga menjadi penopang sistem air, penjaga iklim, rumah bagi keanekaragaman hayati, serta sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat yang hidup di sekitarnya.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui kolaborasi ParagonCorp bersama Indika Nature dan CFES dalam mendukung perlindungan kawasan hutan di Indonesia.

Hingga saat ini, kolaborasi tersebut telah berkontribusi dalam menjaga sekitar 4.000 hektare hutan di Jambi dan sekitar 1.000 hektare hutan di Kalimantan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved