Warga Makassar Waspada Preeklampsia, Penyebab Utama Kematian Ibu dan Bayi
Acara dimulai dengan senam bersama yang diikuti ibu hamil, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum pada pukul 07.00 Wita.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ratusan peserta ikut meramaikan peringatan Hari Preeklampsia Sedunia di halaman depan Hotel Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) Minggu (24/5/2026).
Hari Preeklampsia Sedunia diperingati setiap 22 Mei.
Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan serius yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan tanda-tanda kerusakan organ lain, biasanya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu.
Acara dimulai senam bersama yang diikuti ibu hamil, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum pada pukul 07.00 Wita.
Tak hanya senam sehat, kegiatan yang bekerja sama dengan Prodia itu dirangkaikan dengan talkshow edukatif seputar preeklampsia.
Acara tersebut dihadirkan Himpunan Kedokteran Fetomaternal (HKFM) yang merupakan bagian dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Makassar.
Tahun ini, mengangkat tema “Kenali, Waspadai, Selamatkan Ibu dan Bayinya”.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai preeklampsia sebagai salah satu penyebab utama kematian ibu dan bayi baru lahir melalui edukasi, deteksi dini, dan promosi kesehatan kehamilan.
Ketua HKFM Indonesia, Dr Alamsyah Aziz, mengatakan peringatan World Preeclampsia Day dilaksanakan secara nasional dari Sabang sampai Merauke.
Namun, untuk puncak kegiatan tahun ini dipusatkan di Makassar.
“Jadi kegiatan World Preeclampsia Day ini adalah kegiatan yang kita laksanakan sebagai peringatan agar ibu-ibu hamil kita jangan sampai terkena preeklampsia,” kata Alamsyah, saat ditemui, usai kegiatan.
Alamsyah menjelaskan, preeklampsia masih menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia.
Bahkan sekitar 30 persen kasus kematian ibu disebabkan oleh hipertensi dalam kehamilan.
“Ini yang ingin kita tekankan, termasuk di Kota Makassar sendiri karena angka kejadiannya cukup tinggi. Kita berharap kasus preeklampsia ini bisa segera kita tuntaskan dan diturunkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan, upaya pencegahan dapat dilakukan dengan mengenali faktor risiko sejak awal kehamilan dan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan.
| Mantap Pak RT! Muhajir Turun Tangan Kawal Pengangkutan Sampah Demi Kenyamanan Warga |
|
|---|
| Daftar Klub Peserta Super League Musim Depan, PSM Makassar Lawan Klub Presiden, Jaksa, hingga Polri |
|
|---|
| GMTD Serahkan PSU Seluas 12,3 Hektare ke Pemkot Makassar, Munafri Arifuddin: Dukung Kenyamanan Warga |
|
|---|
| Pedas Rasanya Manis Untungnya, Cerita Sukses UMKM Lombok Kuning Simpati Berkat BRI |
|
|---|
| Waspada, Perampok Berpisau Ala Ninja Gasak Uang Warung Kelontong di Makassar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/HARI-PREEKLAMSIA-Pelepasan-balon-tanda-peringatan-Hari.jpg)