Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Khazanah Islam

Tujuh Lafaz Doa Iftitah dan Hukum Membacanya Menurut Madzhab

Beberapa variasi doa iftitah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya.

Tayang:
Editor: Sakinah Sudin
Tribun Timur/ Muhammad Abdiwan
DOA IFTITAH - Ilustrasi sholat. Doa iftitah adalah doa yang dibaca oleh umat muslim ketika hendak mengawali salat fardhu maupun salat sunnah. 

Ringkasan Berita:
  • Doa iftitah dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum Al-Fatihah sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
  • Hukum membacanya: Mayoritas ulama menilai hukumnya sunnah, sedangkan madzhab Maliki menilai makruh; salat tetap sah meski tidak dibaca.

TRIBUN-TIMUR.COM - Doa iftitah merupakan salah satu bacaan sunnah yang dianjurkan dibaca pada awal sholat setelah takbiratul ihram.

Meski bukan rukun sholat, doa ini memiliki keutamaan besar karena menjadi bentuk pengagungan dan pujian seorang hamba kepada Allah sebelum memasuki inti sholat.

Dalam praktik ibadah sehari-hari, umat Muslim diperbolehkan memilih salah satu dari beberapa versi doa iftitah yang sahih. 

Ada beberapa variasi doa iftitah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya, berdasarkan riwayat-riwayat yang shahih.

Dilansir dari Rumah Fiqih, ada banyak riwayat terkait lafaz Doa Iftitah, hanya saja ada tujuh lafaz doa Iftitah yang masyhur dan ma’tsur dengan riwayat yang dinisbahkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Di mana kesemua lafaz doa ini bisa dipakai dan dibenarkan untuk dibaca pada shalat yang kita laksanakan, baik shalat wajib maupun sunnah, baik sendirian ataupun berjamaah.

Bacaan Doa Iftitah

Berikut Tribun-Timur.com bagikan tujuh versi lafaz doa Iftitah pendek yang dijelaskan Muhammad Saiyid Mahadhir dilansir dari Rumah Fiqih:

Pertama: 

Dari Aisyah ra berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika memulai shalat beliau membaca:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إلَهَ غَيْرُكَ

"Subhanakallahumma wabihamdka watabarokasmuka wataala jadduka wala ilaha ghoiruka". (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ad-Daru Quthni)

Artinya:

“Maha suci Engkau, ya Allah. Ku sucikan nama-Mu dengan memuji-Mu. Nama-Mu penuh berkah. Maha tinggi Engkau. Tidak ilah yang berhak disembah selain Engkau”.

Kedua: 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved