DPR RI Tekankan Pentingnya Makan Bergizi untuk Cegah Stunting
persoalan stunting masih menjadi tantangan serius bagi Indonesia dibanding negara lain di kawasan.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi makanan bergizi dinilai menjadi kunci utama menekan angka stunting yang masih tinggi di Indonesia.
Hal tersebut ditegaskan Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi dalam sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Cafe Vaan In Sky Tamarunang, Kecamatan Mamajang, Makassar, Minggu (8/3).
Dalam pemaparannya, Ashabul Kahfi menyebut persoalan stunting masih menjadi tantangan serius bagi Indonesia dibanding negara lain di kawasan.
“Indonesia angka stunting itu berada di urutan kedua, hanya di bawah Bangladesh di kawasan ASEAN, karena itu pemerintah menghadirkan program Makan Bergizi Gratis untuk memperbaiki kondisi tersebut sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya makanan bergizi,” ujarnya.
Program MBG sendiri menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat terutama bagi anak-anak serta kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita.
Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik sejak dini akan membantu anak-anak Indonesia tumbuh lebih sehat sekaligus meningkatkan kemampuan belajar mereka di sekolah.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah tetapi membutuhkan dukungan aktif masyarakat dan berbagai pihak.
Selain memperbaiki status gizi anak, program MBG diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan masyarakat dalam penyediaan bahan pangan dan distribusi makanan.
Ashabul Kahfi berharap kegiatan sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pola makan bergizi seimbang sebagai bagian dari upaya bersama menurunkan angka stunting dan menyiapkan generasi Indonesia yang lebih sehat serta berkualitas.
| TNI AD Banyak Kelola Dapur MBG? Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen Bangun Nawoko: Kita Hanya Pendampingan |
|
|---|
| 3 Dapur MBG di Palopo Berhenti Beroperasi, 8.839 Murid Terdampak |
|
|---|
| 12 SPPG Masih Bermasalah, 42 Ribu Siswa Maros Tak Lagi Nikmati MBG |
|
|---|
| 136 Dapur MBG di Sulsel Stop, Pengadaan 1.757 Motor Listrik di Sulawesi Selatan Jalan Terus |
|
|---|
| Sosialisasi MBG di Makassar, Fokus Tekan Stunting dan Malnutrisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260310-ashabul.jpg)