Setelah Ujicoba di Makassar, “Roh” Bahar Merdhu Siap ke Panggung FTI
Pementasan ujicoba “Roh” karya sutradara Bahar Merdhu berubah menjadi ruang kritik, renungan, sekaligus penegasan kesiapan menuju panggung FTI
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pementasan ujicoba “Roh” karya sutradara Bahar Merdhu berubah menjadi ruang kritik, renungan, sekaligus penegasan kesiapan menuju panggung Festival Teater Indonesia (FTI) di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki Jakarta, 14 Desember mendatang.
Kepastian pentas tersebut disampaikan Bahar Merdhu setelah pementasan ujicoba “Roh” alihwahana dari cerpen Putu Wijaya dipertunjukkan di Baruga Somba Opu, Taman Budaya Sulawesi Selatan, Senin (8/12/2025).
Dalam pembukaan ujicoba, Bahar yang dikenal melalui kelompok Sandiwara Petta Puang mengatakan bahwa cerpen “Roh” merupakan karya pertama Putu Wijaya yang ia baca saat masih remaja.
“Kisah itu tidak pernah saya arsipkan, tetapi tetap tinggal di kepala saya,” ujar Bahar.
Ujicoba tersebut disaksikan sejumlah seniman Sulawesi Selatan seperti Yudistira Sukatanya, Arman Dewarti, Luna Vidya, Ahmadi Haruna, Ketua DKSS Arifin Manggau, Ketua Harian DKM Armin Topotiri, serta beberapa seniman muda.
Berbagai masukan disampaikan, mulai dari ritme adegan yang dinilai lamban, kostum yang berpotensi mengalihkan fokus aktor, hingga kebutuhan konsistensi pendekatan lokalitas dan interaksi multimedia.
Konsultan pertunjukan Asia Ram Prapanca menilai gaya garapan Bahar Merdhu tetap bermain-main namun sistematis dan bahkan menyebutnya sebagai pendekatan “post realisme”.
Sementara Arifin Manggau memberi penekanan pada pentingnya presisi komedi dan menyarankan penggunaan bunyi tambur untuk memperkuat suasana mistik.
Bahar menyampaikan terima kasih atas seluruh masukan yang diterimanya dan menanggapi dengan ringan namun serius.
“Katanya sutradara cerdas adalah yang mengumpulkan orang-orang cerdas untuk memberi saran,” ujarnya.
Pertunjukan “Roh” melibatkan enam aktor yaitu Aco Zulsafri, Ani Satriyani, Kurnia Jamal, Irwan.AR, Jamal Kalan, dan Sabiliul Razak.
Penata artistik dipercayakan kepada Sukma Silanan, penata musik Ardy JK, fotografer-desain Agus Linting, konsultan artistik Asia Ram Prapanca, serta Rezki Eka Darmawan sebagai penata multimedia sekaligus pimpinan produksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Bahar-merdhu.jpg)