Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Detik-detik Mencekam Pembebasan Sandera Israel dan Hamas, Ada yang Tenteng Hadiah hingga Luka

Diberitakan oleh AP News, Israel membebaskan 900 tahanan Palestina beberapa jam setelah tiga sandera asal Israel dibebaskan dari tahanan Hamas di Gaza

Editor: Saldy Irawan
Muhammad ABED/AFP
Kota Gaza pada awal 9 Oktober 2023 

TRIBUN-TIMUR.COM - Israel dan Hamas tampak memiliki kondisi yang berbeda setelah dibebaskan dari tahanan pada Senin (20/1/2025) pagi, setelah disandera selama 15 bulan sejak 7 Oktober 2023.

Diberitakan oleh AP News, Israel membebaskan 900 tahanan Palestina beberapa jam setelah tiga sandera asal Israel dibebaskan dari tahanan Hamas di Gaza.

Upaya pembebasan ini merupakan bagian dari perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang dimulai pada Minggu (19/1/2025).

Hampir 2.000 tahanan Palestina akan dibebaskan dalam fase pertama gencatan senjata yang berlangsung selama 42 hari sebagai imbalan atas pembebasan 33 sandera Israel yang ditawan Hamas.

Keluarga dan warga menyambut baik pembebasan ini. 

Namun, kondisi para sandera saat dibebaskan menarik perhatian publik, terutama karena mereka membawa tas hadiah dari Hamas.

Kondisi Sandera Israel yang Dibebaskan

Hamas membebaskan tiga perempuan yang disandera di Gaza sejak 7 Oktober 2023, yaitu Romi Gonen (24), Doron Steinbrecher (31), dan Emily Damari (28).

Emily Damari dibebaskan dalam kondisi tangan terbandage akibat kehilangan dua jarinya akibat tembakan Hamas selama serangan pada 7 Oktober lalu.

Sementara itu, Romi Gonen dan Doron Steinbrecher tidak terlihat mengalami luka-luka, meski mereka akan menjalani perawatan di rumah sakit untuk evaluasi dan pemulihan.

Tas Hadiah dari Hamas

Ketiga sandera tampak sangat emosional saat dibebaskan, menangis bahagia dan memeluk keluarga mereka.

Dalam sebuah video yang dirilis oleh Hamas, ketiga sandera terlihat tersenyum sambil mengangkat tas-tas yang dilaporkan berisi hadiah dan cenderamata.

 Tas hadiah tersebut terbuat dari kertas dengan logo kelompok bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam.

 Di dalam tas, terdapat sertifikat penahanan yang bertuliskan "keputusan pembebasan" yang telah ditandatangani, foto-foto para sandera yang ditawan, dan foto kenangan di Gaza.

Keputusan Hamas memberikan tas kenang-kenangan kepada sandera Israel yang dibebaskan ini menuai komentar beragam di media sosial.

Beberapa orang mendukung pemberian tas hadiah tersebut, sementara yang lain mengecam tindakan itu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved