Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Nelayan Hilang

Nelayan Hilang di Selayar, Pencarian Terhambat Gelombang Tinggi

Pencarian nelayan hilang di Selayar terkendala gelombang tinggi dan angin kencang. Tim Basarnas belum bisa menjangkau lokasi kejadian.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sukmawati Ibrahim
dok pribadi
Pencarian Karim (60) nelayan hilang di Selayar - Pencarian nelayan hilang di Selayar terhambat cuaca ekstrem. Gelombang tinggi dan angin kencang menyulitkan tim Basarnas mencapai lokasi. 

TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG – Pencarian seorang nelayan hilang di perairan Desa Tarupa, Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar terhambat gelombang tinggi.

Korban bernama Karim (60), yang hilang saat melaut mencari ikan pada pukul 17.30 WITA, Minggu (8/12/2024).

Karim belum pulang hingga hari ini dan diduga terbawa arus gelombang laut."Pencarian korban terkendala gelombang tinggi dan angin kencang di wilayah lokasi hilangnya korban," kata Kasat Polairud Polres Selayar, Iptu Kasman, saat dihubungi TribunSelayar.com, Rabu (11/12/2024).

Personel Polair Selayar kesulitan menjangkau lokasi karena daerah hilangnya korban berada di kepulauan, dan jarak tempuh memerlukan waktu lebih dari 24 jam. 

Cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi juga memperburuk keadaan.

"Sampai saat ini, korban belum ditemukan. Personel Polair yang tergabung dalam Tim Basarnas belum bisa tembus ke Pulau Tarupa," jelas Kasman.

Namun, anggota polisi yang berada di Pulau Takabonerate, bersama Babinsa dan personel Jagawana, dibantu masyarakat nelayan, tetap melakukan pencarian di sekitar wilayah Tarupa.

Sebelumnya, Karim diduga terjatuh dari perahunya saat melaut.

Kapolsek Bonerate, Iptu Amat Soedachlan, menyampaikan bahwa saat itu Karim berlayar di perairan Desa Tarupa, Kecamatan Takabonerate, bersama nelayan lainnya, Dahir (48).

Karim dilaporkan terjatuh saat mencari ikan cumi dengan menggunakan perahu masing-masing antara Pulau Tarupa dan Pulau Tinabo.

Saat kejadian, Dahir sempat melakukan pencarian, namun karena tidak menemukan korban, ia akhirnya memutuskan kembali ke daratan Desa Tarupa.

Sebelumnya, Kapolres Selayar, AKBP Adnan Pandibu, mengimbau masyarakat nelayan untuk tidak melaut karena cuaca ekstrem yang sedang terjadi. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved