Banjir di Sulsel
Air Sudah Surut, Jalan Trans Sulawesi di Larompong Selatan Luwu Kembali Normal
Banjir menyebabkan jalan Trans Sulawesi terendam air yang tingginya mencapai satu meter.
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNLUWU.COM, LAROMPONG SELATAN - Banjir yang terjadi di Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, sudah surut sejak siang tadi, Sabtu (28/8/2021).
Air yang menggenangi jalan Trans Sulawesi sisa setinggi mata kaki.
Tepatnya di perbatasan Desa Dadeko dengan Desa Temboe.
Arus lalu lintas yang sempat terhenti akibat tingginya luapan air kembali normal.
Kendaraan roda empat dan motor sudah dapat melintas.
"Airnya sudah surut, jalan sudah normal," kata Muhlis, warga di lokasi banjir.
Ia menjelaskan, banjir disebabkan tingginya curah hujan dan meluapnya air sungai.
"Memang di sini sudah langganan banjir, air selalu meluap ke jalan," katanya.
Diketahui, air meluap ke jalan sejak pukul 03.00 Wita.
"Sejak subuh sampai pagi air meluap, kendaraan terhenti dan macet panjang," tuturnya.
Kendati debit air sudah surut, lahan persawahan warga masih terendam.
Tanaman padi dan tanaman perkebunan warga terancam gagal panen.
"Kalau padi dan tanaman di kebun masih terendam, karena air di sawah dan kebun masih tinggi," tuturnya.
Banjir di Larompong Selatan menyebabkan sebagian wilayah tiga desa terendam.
Yakni Desa Dadeko, Desa Temboe, dan Desa Sampano.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/air-meluap-ke-jalan-trans-sulawesi-di-perbatasan-desa-dadeko-desa-temboe-n.jpg)