Cuaca Buruk
Musim Hujan, Ini Daerah Rawan Bencana di Jeneponto
Kepala BPBD Jeneponto, Anwar mengatakan, dari 11 Kecamatan yang ada di Jeneponto ada 3 yang rawan terjadi banjir.
Penulis: Muh Rakib | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO - Beberapa hari terakhir Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan diguyur hujan ringan, sedang serta lebat yang membuat masyarakat khawatir akan bencana.
Di mana di musim hujan dapat mengakibatkan beberapa titik yang ada di Jeneponto longsor dan banjir seperti yang terjadi 2019 lalu.
Banjir bandang tahun lalu yang terjadi di wilayah Jeneponto banyak merugikan masyarakat dan memakan sejumlah korban jiwa karena terseret air dengan ketinggian mencapai 2 meter.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto, Anwar mengatakan dari 11 Kecamatan yang ada di Jeneponto ada 3 yang rawan terjadi banjir.
"Kecamatan yang rawan banjir adalah, Kacamatan Binamu, Kecamatan Tamalatea, Kecamatan Bangkala dan mendapatkan perhatian khusus dari BPBD," ujarnya saat di konfirmasi, Selasa (22/12/2020).
Karena ke 3 Kecamatan tersebut berada di dataran rendah yang pas berdekatan dengan aliran air sungai yang sewaktu-waktu apabila hujan cukup deras, air sungai bisa saja meluap dan mengakibatkan banjir.
Lanjutnya, untuk daerah yang rawan longsor ada dataran tinggi seperti yang terjadi beberapa bulan yang lalu di Kecamatan Rumbia dan mengakibatkan korban jiwa.
Sementara salah seorang warga Jeneponto, Alim mengatakan bukan hanya 3 kecamatan yang di sebutkan kepala BPBD rawan bencana tetapi ada 2 lagi yang tidak di sebutkan.
"Kecamatan Bontoramba dan Turatea juga rawan banjir," tuturnya.
Oleh karena itu saat musim penghujan datang pihak BPBD tetap memantau curah hujan yang dapat mengakibatkan bencana dan memberikan informasi ke warga agar tetap siap siaga.
Laporan Wartawan Tribun Jeneponto, Rakib
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kepala-bpbd-jeneponto-anwar-21220201.jpg)