Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mamasa Masih Kekurangan Penyuluh Bimas Kristen

Mamasa Masih Kekurangan Penyuluh Bimas Kristen. Jumlah penyuluh bina masyarakat (Bimas) kristen hanya sebanyak 100 orang

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/SEMUEL MASAKARAENG
Kepala Seksi Urusan Agama Kristen Kabupaten Mamasa, Yonatan 

Mamasa Masih Kekurangan Penyuluh Bimas Kristen

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Hampir 80 persen penduduk Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat beragama kristen.

Selebihnya beragama islam, hindu dan agama kepercayan Kepada Tuhan Yang Maha Esa atau yang lebih dikenal dengan sebutan mappurondo dan katolik.

Berdasarkan data Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamasa, jumlah penduduk kristen di Mamasa sebanyak 124.803 jiwa.

Baca: Punya Harta Kekayaan Rp 20 M, Cara Walikota Medan Dzulmi Eldin Memalak dan Menghabiskannya

Baca: Ditangkap, Lihat Wajah Penikam Deri Datu Padang Asal Toraja di Wamena Pupua, 2 Jenderal Turun Tangan

Baca: Final Liga Champions 2020 Terancam Batal di Turki. Kerugian bagi Liverpool jika ke Final?

Sementara jumlah penyuluh bina masyarakat (Bimas) kristen hanya sebanyak 100 orang, yang tersebar di 17 kecamatan.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Urusan Agama Kristen Kementerian Agama Mamasa Yonatan, Jumat (18/10/2019).

Kepada wartawan, Yonatan mengaku, Mamasa masih sangat kekurangan penyuluh bimas kristen.

Kepala Seksi Urusan Agama Kristen Kabupaten Mamasa, Yonatan
Kepala Seksi Urusan Agama Kristen Kabupaten Mamasa, Yonatan (TRIBUN TIMUR/SEMUEL MASAKARAENG)

Sebab sesuai juknis kata dia, setiap satu orang penyuluh mencakup 450 sampai 1000 orang penduduk beragama kristen.

Tetapi untuk kondisi saat ini, bahkan setiap penyuluh menjangkau satu desa yang memiliki penduduk hingga 3000 jiwa.

Idealnya setiap penyuluh, menurut dia, yaitu satu orang penyuluh mencakup 500 orang penduduk.

"Idealnya begitu karena di pelosok-pelosok," katanya saat ditemui di ruang kerjanya.

"Intinya kita masih butuh tambahan, tetapi katanya terkendala soal anggaran di kemeterian," sambungya.

Yonatan berharap agar tahun anggaran berikutnya, pemerintah melalui kementerian agama kembali membuka perekrutan penyuluh bimas Kristen.

laporan wartawan @sammy_rexta

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved