Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilwali Makassar

Pengamat Sebut Kandidat Walikota Harus Contoh Sayang

Pengamat Sebut Kandidat Walikota Harus Contoh Sayang

Editor: Muh. Taufik

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM-  Setelah pengamat sosial politik UIN, Prof Dr Hamdan Juhannis mengomentari perpecahan paket walikota-wakil walikota Ilham Arief Sirajuddin-Supomo Guntur (IASmo), kini giliran pengamat sosial politik dari Unhas, Prof Dr Armin Arsyad yang angkat bicara.

Dia mengatakan, keretakan atau pecah kongsi pasangan walikota-wakil walikota saat perjalanan pemerintahan itu tidak baik dan cenderung merugikan rakyatnya.

"IASmo memeng baru beberapa saat setelah dilantik sudah pecah kongsi, itu semua tahu karena media yang angkat. Artinya bukan rahasia," katanya, Minggu (16/6).

Dia juga mengatakan, secara umum, dengan perpecahan seperti itu, pelayanan kepada masyarakat terhambat. Karena keduanya memiliki kepentingan-kepentingan yang berbeda, sehingga memunculkan perbedaan.

"Yang korban dan dirugikan rakyat," katanya.

Pesan Armin Arsyad jelang pilwali Makassar, kandidat walikota harus mencontoh pasangan gubernur dan wagub Sulsel Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang)

"Keduanya saling bahu-membahu membangun Sulsel tanpa ada keretakan. Sayang selalu bersama. Agus selalu menghormati Syahrul, dan Syahrul selalu memberikan ruang kepada Agus sesuai porsi seorang wakil," jelasnya.

Perpecahan kepala daerah, antara Walikota dan Wakil Walikota merugikan masyarakat yang memilihnya. Karena pemerintahan tidak berjalan maksimal, terhambat kepada kepentingan pribadi mereka. "Seharusnya mencontoh Syahrul dan Agus, akur selalu karena Agus paham posisinya sebagai wakil," tutup Armin. (*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved