Guru Besar UNM Dorong Digitalisasi Selamatkan Olahraga Tradisional dari Kepunahan
Hasmyati menjadi narasumber dalam International Talk di Paviliun MAPIM, Dewan Tun Dr. Ismail, Malaysia
Ringkasan Berita:
- Olahraga tradisional bagian dari identitas budaya yang mengandung nilai-nilai pendidikan, kebersamaan, sportivitas, dan kearifan lokal
- Perubahan pola hidup masyarakat dan dominasi budaya digital menyebabkan banyak permainan dan olahraga tradisional semakin jarang dikenal oleh generasi muda
- Hasmyati menegaskan digitalisasi merupakan salah satu strategi penting untuk memastikan olahraga tradisional tetap dikenal
TRIBUN-TIMUR.COM – Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Hj. Hasmyati, M.Kes., menegaskan digitalisasi merupakan salah satu strategi penting untuk memastikan olahraga tradisional tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Hal tersebut disampaikan Hasmyati saat menjadi narasumber dalam International Talk Universitas Negeri Makassar bertajuk “Sukan Tradisional di Era Digital” yang berlangsung di Paviliun MAPIM, Dewan Tun Dr. Ismail, Malaysia, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Hasmyati, olahraga tradisional bukan hanya aktivitas fisik, melainkan bagian dari identitas budaya yang mengandung nilai-nilai pendidikan, kebersamaan, sportivitas, dan kearifan lokal.
Namun, perubahan pola hidup masyarakat dan dominasi budaya digital menyebabkan banyak permainan dan olahraga tradisional semakin jarang dikenal oleh generasi muda.
“Jika tidak didokumentasikan dan diperkenalkan melalui media yang dekat dengan generasi sekarang, banyak olahraga tradisional berisiko kehilangan pewarisnya,” ujarnya.
Karena itu, Hasmyati mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pelestarian olahraga rakyat.
Bentuknya dapat berupa dokumentasi audiovisual, arsip digital, platform pembelajaran interaktif, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mempromosikan berbagai bentuk olahraga tradisional.
Menurutnya, teknologi seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman terhadap budaya lokal.
Sebaliknya, teknologi dapat menjadi sarana untuk memperluas akses masyarakat terhadap warisan budaya yang selama ini hanya dikenal di lingkungan tertentu.
Dalam diskusi tersebut, Hasmyati juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara akademisi, komunitas budaya, pemerintah, dan lembaga pendidikan dalam menjaga keberlanjutan olahraga tradisional.
Pelestarian budaya, katanya, tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi bagian dari proses pendidikan dan penguatan identitas generasi muda.
“Olahraga tradisional adalah warisan budaya yang hidup. Tantangan kita bukan hanya menjaga keberadaannya, tetapi memastikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap relevan dan dipahami oleh generasi masa depan,” katanya.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur tersebut dihadiri peserta dari berbagai kalangan akademik dan budaya.
Forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai hubungan antara budaya, pendidikan, dan teknologi dalam menghadapi tantangan era digital.
Bagi Hasmyati, masa depan olahraga tradisional sangat ditentukan oleh kemampuan masyarakat memadukan nilai-nilai budaya dengan inovasi teknologi.
Dengan pendekatan yang tepat, olahraga tradisional tidak hanya dapat bertahan, tetapi juga berkembang sebagai bagian dari identitas budaya yang dikenal secara global.
| Prof Hasmyati Kenalkan Olahraga Rakyat Bugis-Makassar Berbasis AI di Kuala Lumpur |
|
|---|
| AI, Terjemahan, dan Hak Warga: Mengakhiri 'Diskriminasi Bahasa' dalam Layanan Publik |
|
|---|
| Mentan Amran Sulaiman Tantang UNM Jadi Motor Inovasi Swasembada Pangan |
|
|---|
| 3 Profesor UNM Hadiri Simposium Internasional AI dan Kebudayaan di Malaysia |
|
|---|
| BEM Kema Fakultas Psikologi UNM Hadirkan OCEAN Fest 2026, Ada Lomba Debat dan Esai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260607-Prof-Hasmyati-UNM.jpg)