Tolak Karangan Bunga, Prof Wahyuddin Halim : Tanpa Gratifikasi, Tetapi Memiliki Gravitasi Yang Kuat
“Pidato pengukuhan seharusnya menonjolkan substansi akademik, bukan hal-hal simbolik yang justru memakan biaya besar,” tegasnya.
Tayang:
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Sayyid Zulfadli Saleh Wahab
Prof Drs Wahyuddin Halim, M.A., M.A., Ph.D usai pengukuhan guru besar dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Jl HM Yasin Limpo, Romangpolong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, peran keluarga, terutama sang istri, menjadi motivasi kuat.
“Barangkali yang paling kuat itu istri, karena dia melihat kemampuan dan peluang saya. Juga orang tua serta kolega yang terus mendorong,” tuturnya.
Ia mengaku sempat menunda pengurusan jabatan akademik tersebut.
Namun, dorongan dari orang-orang terdekat membuatnya menyadari bahwa capaian itu bukan hanya milik pribadi.
“Kalau saya menunda, saya seperti menghalangi orang lain ikut merasakan kebahagiaan. Jabatan profesor ini bukan hanya membahagiakan saya, tetapi juga keluarga dan kolega,” ucapnya.
Laporan TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli
Baca Juga
| Melinda Aksa: Posyandu Bukan Sekadar Rutinitas, Tapi Pusat Edukasi Keluarga |
|
|---|
| Pemkot Makassar Siapkan 1.000 Tandon Air Antisipasi Krisis Air Bersih |
|
|---|
| Curi Celana Dalam, Pemuda di Makassar Diamuk Warga Nasibnya Kini di Tangan Polisi |
|
|---|
| Proyek MBG Masuk Kampus, SPPG Unhas Diresmikan Menteri hingga Kepala BGN |
|
|---|
| Sukses Digelar, Makkunrai Tribun Timur Jadi Ruang Inspiratif Perempuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Prof-Drs-Wahyuddin-Halim-MA-MA-PhD.jpg)