Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Prof Hambali Warning Evaluasi Berkala 200 Dosen dan Pegawai UMI Baru

Yayasan Wakaf UMI mengukuhkan 200 dosen dan pegawai baru, warning evaluasi berkala

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
Suasana pembacaan Pakta Integritas terhadap 200 dosen dan pegawai baru UMI yang baru dilantik di Auditorium Al Jibra, Kampus 2 UMI, Jl Urip Sumoharjo Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (27/4/2026). 

Dengan etos kerja Islami, kata dia, maka implementasi tanggung jawab akan optimal.

"Etos bekerja Islami itu didalamnya ada ibadah, amanah, rahmat, panggilan tuntas, kehormatan, pelayanan dan seni atau kreatifitas," paparnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Wakaf UMI, Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar, berpesan agar para pemegang amanah agar selalu menjaga nama baik UMI.

Baginya, nama baik UMI, akan terjaga dan dapat terus dibesarkan di dalam sosok pengabdi yang berintegritas.

"Wujud dari menjaga integritas itu adalah, dengan adanya keselarasan lisan dan tindakan," tegas Prof Masrurah.

"Setiap dosen diminta menampilkan konsistensi antara ucapan dan prilaku, meneladani nilai ketahuidan yang menjadi pijakan setiap kebijakan dan perilaku di UMI," tambahnya.

Selain itu, integritas lanjut Prof Masrurah juga dapat dilihat dari sisi kejujuran.

Baik kejujuran dalam, menjalankan tugas, penelitian hingga pengabdian kepada masyarakat 

"Jaga kejujuran akademik dalam setiap publikasi, tugas dan penilaian. Hindari plagiarisme dan manipulasi data," imbuhnya.

Selaras dengan pernyataan Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI dan Ketua Yayasan Wakaf UMI, Rektor UMI Prof Hambali Thalib, mengatakan, proses rekrutmen yang berlangsung sangatlah profesional.

Ia pun mendorong para dosen yang baru dilantik agar tetap mendarmabaktikan dirinya pada catur dharma perguruan tinggi UMI.

Yaitu; Pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat dan dakwah Islamiyah.

"Menjadi dosen bukan hanya yang pandai mengajar, tetapi harus dia menggunakan waktu, menyisihkan waktu untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat," jelas Prof Hambali.

Menurutnya, UMI telah mempersiapkan anggaran untuk para dosen yang ingin mengembangkan penelitian dan pengabdiannya kepada masyarakat.

Olehnya itu, untuk menjaga mutu pengabdian para dosen UMI, Prof Hambali pun menekankan pentingnya evaluasi berkala dan berjenjang.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved