Prof Hambali Thalib Terima Kunjungan Petinggi UNWAHAS Semarang, Siap Kolaborasi
Hambali Thalib menegaskan silaturahim akademik memiliki makna strategis melampaui agenda kelembagaan formal
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) menerima kunjungan silaturahmi dan benchmarking kelembagaan dari petinggi Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang,
Petinggi UNWAHAS ini diterima di Ruang Rapat Senat Lantai 9 Menara UMI, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (21/4/2026).
Penerimaan kunjungan itu menegaskan peran UMI sebagai pusat kolaborasi strategis perguruan tinggi Islam di Indonesia.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan.
Sekaligus memperkuat pertukaran gagasan, praktik terbaik, dan arah pengembangan perguruan tinggi Islam yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing global.
Delegasi UNWAHAS hadir secara lengkap, terdiri atas Ketua dan Wakil Ketua Yayasan, Rektor dan Wakil Rektor II, serta dekan dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik.
Dari tuan rumah, kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Rektor beserta jajaran Wakil Rektor, Dekan Fakultas Kedokteran, Dekan Fakultas Teknologi Industri, serta Ketua Lembaga Penjaminan Mutu.
Suasana pertemuan berlangsung hangat, penuh keakraban, dan sarat nilai kekeluargaan, mencerminkan hubungan historis yang telah lama terbangun antara kedua institusi.
Kunjungan ini juga merupakan kunjungan balasan atas lawatan delegasi UMI ke UNWAHAS Semarang beberapa bulan lalu.
Sekaligus memperkuat kesinambungan kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan.
Rektor UMI, Prof Dr H Hambali Thalib, SH, MH, menegaskan silaturahim akademik memiliki makna strategis yang jauh melampaui agenda kelembagaan formal.
"Silaturahim ini bukan sekadar kunjungan institusi. Ini adalah energi peradaban. Dari ruang-ruang akademik seperti inilah lahir gagasan besar, sinergi yang kuat, dan keberanian untuk membangun masa depan bersama," Prof Dr H Hambali Thalib.
"UMI meyakini bahwa kolaborasi adalah kekuatan utama perguruan tinggi Islam untuk tetap relevan, adaptif, dan memberikan dampak nyata bagi bangsa dan kemanusiaan," sambungnya.
Dalam paparannya, Rektor UMI menjelaskan saat ini UMI membina 13 fakultas, 1 Program Pascasarjana, dan 67 program studi, dengan lebih dari 50 persen terakreditasi Unggul dan A, serta mayoritas lainnya Baik Sekali.
UMI juga menegaskan posisinya sebagai Perguruan tinggi swasta terakreditasi Unggul pertama di luar Pulau Jawa, PTS dengan jumlah Guru Besar terbanyak di Indonesia (117 Guru Besar), Kampus yang mengintegrasikan Catur Dharma Perguruan Tinggi: Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof Dr Hj Masrurah Mochtar, MA, menegaskan keunggulan UMI tidak hanya terletak pada capaian akademik, tetapi juga pada karakter inklusif yang menjadi ruh institusi.
"UMI adalah kampus Islam yang merangkul, bukan membatasi. Kami tidak hanya membangun kecerdasan, tetapi juga membangun kemanusiaan. Di UMI, keberagaman bukan sekadar diterima, tetapi dirawat sebagai kekuatan untuk tumbuh bersama," terangnya.
Ia menambahkan latar historis UMI yang kuat dalam tradisi keislaman justru menjadi fondasi untuk menghadirkan kampus yang terbuka, moderat, dan relevan dengan tantangan global.
Senada dengan Prof Masrurah Mokhtar, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof Dr H Mansyur Ramli, SE, MSi, mendorong pentingnya penguatan ekosistem pendidikan melalui integrasi akademik dan unit usaha strategis.
Yayasan Wakaf UMI saat ini aktif mengembangkan berbagai kerja sama, antara lain; Pengembangan perumahan bersubsidi bersama mitra perbankan, Distribusi dan pemasaran pupuk serta pengolahan limbah industri.
Ada juga Penguatan SDM dan manajemen pertambangan, Pembinaan pendidikan berbasis sekolah dan pesantren dan Kerja sama internasional dengan USIM Malaysia dan institusi di Inggris.
Langkah ini menegaskan bahwa UMI tidak hanya membangun kampus, tetapi membangun ekosistem yang berdampak luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Rektor UNWAHAS, Prof Dr Ir H Helmy Purwanto, ST, MT, IPM, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen UNWAHAS untuk terus belajar dan berkembang.
"Kami memandang UMI bukan hanya sebagai mitra, tetapi sebagai inspirasi dan bagian dari perjalanan kami. Perkembangan UNWAHAS hari ini tidak lepas dari kontribusi dan bimbingan tokoh-tokoh UMI. Ini adalah hubungan keilmuan, sejarah, dan nilai," ungkapnya.
Pertemuan ini membuka berbagai peluang kerja sama ke depan, di antaranya:
* Pengembangan rumah sakit pendidikan
* Pembukaan program spesialis kedokteran
* Penguatan bidang teknik pertambangan
* Kolaborasi unit usaha dan tata kelola kelembagaan.(*)
| FSIKP UMI Genjot Produktifitas Penelitian Lewat Klinik Proposal dan Pelatihan Dosen |
|
|---|
| Nipah Park Hadirkan Ruang Publik Sehat, Yoga Gratis hingga Lapangan Padel |
|
|---|
| Pertama Kalinya Embarkasi Makassar Lewat Fast Track |
|
|---|
| Ancaman Cuaca Panas Ekstrem di Arab Saudi, Cicu Harap Kemehaj Matangkan Persiapan Jamaah Haji |
|
|---|
| Peringati Hari Kartini, Ketua DWP Distaru Makassar Ajak Perempuan Jadi Motor Transformasi Bangsa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260421-UMI-terima-kunjungan-Semarang.jpg)