Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Universitas Muslim Indonesia

Indahnya Toleransi, 4 Mahasiswi Non Muslim Wisuda di UMI Makassar

Serliana yang berlatar belakang Kristen mengaku sangat terkesan awal pertama menginjakkan kaki di Universitas Muslim Indonesia (UMI).

|
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
WISUDA UMI - Kolase empat Wisudawati yang memberikan testimoni selama menempuh pendidikan di UMI dalam acara wisuda hari kedua di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (17/4/2026). 

"Dan di sana juga kita diajarkan tentang merangkul satu sama lain, juga saya belajar tentang spiritual tentang keislaman yang begitu indah juga," tambahnya.

Serliana pun mengucapkan terima kasih mahasiswa dan tenaga pengajar di UMI yang menerimanya dengan ramah.

"Tidak pernah menyudutkan saya dari sudut pandang apapun itu. Dan dosen-dosen yang selalu merangkul, tidak membedakan suku dan budaya," sebutnya.

Serliana mengaku sempat ditanya oleh teman seangkatannya memilih kampus mayoritas muslim.

Dan Serliana pun menjawabnya dengan optimis, bahwa UMI adalah kampus toleran.

"Saya mengatakan, kenapa tidak? Dan itulah kelebihan dari UMI, tidak membedakan satu sama lain," ucapnya.

Desiana Dewi dari profesi ners, asal Sumba, juga mengungkapkan hal serupa.

Desiana yang beragama Kristen Protestan, bahkan sudah menganggap UMI sebagai rumah keduanya.

"Terima kasih untuk UMI sudah menerima kami sebagai non muslim dan menjadikan kami sebagai rumah kedua di UMI," ungkapnya.

Salah satu pendidikan karakter yang berkesan bagi Desiana adalah pendidikan karakter di Padanglampe.

Pendidikan karakter di Pesantren Darul Mukhlisin itu, membuat Desiana terharu atas toleransi yang disajikan.

"Di situ saya benar-benar merasakan, dihargai dan dianggap. Bahkan makan saja, makan sepiring semeja sama teman-teman yang muslim," kata Desiana.

Begitu juga Sri Radhika, wisudawan beragama Hindu, bersuku Bali, asal dari Luwu Utara.

Wisudawan S1 Teknik Elektro yang sebelumnya berstatus D3 ini, mengaku merasa tidak diasingkan baik oleh dosen maupun teman-teman seperjuangannya.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih untuk para dosen dan teman-teman yang telah membantu saya dalam berbagai hal dan sangat sabar jika saya banyak bertanya mengenai pembelajaran-pembelajaran yang baru di UMI ini," ucap Sri Radhika.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved