Pilrek Unhas
Aklamasi atau Voting! Hari Ini Penentuan Rektor Unhas Terpilih Periode 2026-2030
Satu dari tiga nama calon rektor Unhas akan dipilih pada tahapan pemilihan di tingkatan Majelis Wali Amanat (MWA).
Ringkasan Berita:
- Calon rektor Unhas ini akan dipilih melalui tahapan penetapan langsung aklamasi ataukah pemilihan dengan cara voting.
- Satu dari tiga nama calon rektor Unhas akan dipilih pada tahapan pemilihan di tingkatan Majelis Wali Amanat (MWA).
- Adapun tiga Calon Rektor Unhas yang bersaing menjadi pimpinan tertinggi kampus jas merah itu yakni Prof Jamaluddin Jompa, Prof dr Budu, dan Prof Sukardi Weda.
TRIBUN-TIMUR.COM - Hari ini, Rabu (14/1/2026), hari penentuan siapa yang akan menjabat Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026-2030.
Calon rektor Unhas ini akan dipilih melalui tahapan penetapan langsung aklamasi ataukah pemilihan dengan cara voting.
Satu dari tiga nama calon rektor Unhas akan dipilih pada tahapan pemilihan di tingkatan Majelis Wali Amanat (MWA).
Adapun tiga Calon Rektor Unhas yang bersaing menjadi pimpinan tertinggi kampus jas merah itu yakni Prof Jamaluddin Jompa, Prof dr Budu, dan Prof Sukardi Weda.
Prof Jamaluddin Jompa berstatus petahana yang merupakan Guru Besar Fakultas Kelautan.
Sedangkan Prof dr Budu mantan dekan Fakultas Kedokteran yang kini menjabat dekan fakultas vokasi Unhas.
Sementara Prof Sukardi Weda adalah figur eksternal Unhas.
Prof Sukardi Weda merupakan Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM).
Baca juga: Profil 3 Wakil Masyarakat Pemilik Suara di Pemilihan Rektor Unhas 2026-2030
Sejak, Selasa (13/1/2026) malam, Panitia Pemilihan Rektor Periode 2026-2030 Unhas menyebut persiapan hampir final.
Seluruh aspek yang dibutuhkan untuk kelancaran acara telah lengkap.
PPR sudah mengecek kesiapan pendukung, seperti ruang transit, tempat penyiapan konsumsi, persuratan/dokumen yang dibutuhkan, dan kesiapan teknis lainnya.
Khusus untuk ruang Rapat, didesain untuk peruntukan Rapat Terbuka dan Rapat Tertutup.
Pada Rapat Terbuka akan diisi oleh Penyampaian Visi Misi oleh masing-masing calon Rektor selama 5 menit per orang, dilanjutkan dengan pendalaman/tanya jawab dari anggota MWA.
Setelah itu akan dilangsungkan Rapat Tertutup yang membahas pemilihan rektor.
Jika anggota mencapai kesepakatan secara aklamasi, Rapat akan kembali bersifat Terbuka. Ketua MWA akan mengumumkan Rektor Terpilih.
Jika aklamasi tidak tercapai, maka Rapat akan dilanjutkan dengan pemungutan suara atau voting. Menurut rencana, proses voting akan berlangsung tertutup.
"Sementara untuk penghitungan suara, masih akan dibahas oleh anggota MWA, apakah akan berlangsung tertutup atau terbuka," ucap Humas Unhas Ishak Rahman.
MWA Penentu
Dalam tubuh MWA Unhas, ada 19 anggota. Namun hanya 17 orang yang memiliki hak suara.
Diantaranya unsur Ex-Officio sebanyak 4 orang yaitu Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Dikti Saintek) Brian Yuliarto, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Unhas Andi Amran Sulaiman dan Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unhas.
Unsur Perwakilan Dosen sebanyak 8 orang. Ada Prof Alimuddin Unde, Prof Andi Niartiningsih, Prof Andi Zulkifli, Prof Asmuddin Natsir.
Prof Dwia Aries Tina, Prof Hasanuddin, Prof Kartini dan Prof Arsyad Thaha.
Kemudian Unsur Perwakilan Tenaga Kependidikan sebanyak 2 orang, yakni Fadly Rivai dan Jumiaty Nurung.
Unsur Masyarakat, sebanyak 3 orang yakni CEO PT Freeport Indonesia Tony Wenas, Pengusaha Arsjad Rasjid dan Ilmuwan Prof Sangkot Marzuki.
Dua anggota MWA Unhas tidak memiliki hak suara ialah Rektor Prof Jamaluddin Jompa dan Ketua Senat Akademik Prof Baharuddin Thalib.
Catatan khusus bagi BEM Unhas, secara legal memiliki suara namun dalam penyelenggaraan dianggap tidak menggunakan hak suaranya.
Penyebabnya hingga kini kepengurusan BEM Unhas tidak terbentuk.
Berbeda pada Pilrek 2022 lalu, ada Imam Mobilingo sebagai Ketua BEM Unhas.
Ketua Majelis Wali Amanat Unhas Prof Andi Alimuddin Unde sudah siap memimpin rapat pemilihan rektor tingkat MWA Unhas, besok (14/1/2026).
“Ini merupakan amanah dari Senat Akademik yang akan kami hormati dan pertimbangkan secara saksama. Aspirasi dari Senat menjadi salah satu indikator penting bagi MWA dalam menetapkan siapa yang nantinya akan memimpin Unhas pada periode 2026–2030,” jelas Prof Alimuddin Unde di Kampus Unhas.
Dirinya memastikan bahwa MWA akan menindaklanjuti hasil penyaringan ini dengan penuh tanggung jawab.
Pemilihan tingkat MWA menjadi tahap terakhir yang menentukan Rektor Unhas Periode 2026-2030.
Harapan Akademisi Unhas
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas Prof Sukri Tamma menyebut Unhas saat ini memiliki reputasi membanggakan di level nasional.
Terbaru, Unhas sukses mempertahankan gelar Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas).
Disebutnya Unhas telah jauh melampaui julukan terbaik di Indonesia Timur.
"Dulu Unhas dikenal sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia Timur, kemudian berkembang menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Ke depan, Unhas tentu tidak akan puas sampai di situ. Unhas ingin menjadi salah satu universitas terbaik di dunia," ujar Prof Sukri Tamma saat dikonfirmasi pada Selasa (13/1/2026).
Versi QS Ranking, Unhas berada di urutan 950-1000 dunia.
Capaian ini disebutnya harus ditingkatkan siapapun terpilih rektor nantinya.
Penyelenggaraan Tri Dharma Pendidikan harus dijalankan sebaik mungkin.
"Unhas harus menjadi institusi pendidikan yang lebih baik, memastikan kesejahteraan mahasiswa, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan tetap terjaga, serta meningkatkan reputasi melalui berbagai capaian, baik dalam konteks akademik maupun sistem manajemen," sambungnya.
Ketiga profesor ini memiliki program kerja dan visi yang ditawarkan.
Namun itu harus selaras dengan rencana pengembangan Unhas jangka panjang.
Kini, penentu sosok yang duduk di kursi Rektor ada di tangan 17 pemilik suara Majelis Wali Amanat (MWA).
"Unhas harus benar-benar memastikan bahwa pemimpin yang akan dilantik mampu menjamin capaian tersebut. Jika tidak, tentu ada kekhawatiran UNHAS justru mengalami kemunduran, padahal kita semua tidak ingin berhenti pada capaian saat ini, melainkan terus berkembang," kata dosen Unhas ini.
Satu momen tersisa bagi ketiga calon rektor Unhas unjuk gigi sebelum pemilihan.
Panitia menyiapkan agenda pemaparan kertas kerja dihadapan anggota MWA Unhas.
"Setiap calon disiapkan lima menit. Karena para calon ini sudah sering menyampaikan gagasan di beberapa kesempatan, jadi ini hanya pendalaman saja," ujar Kepala Bidang Humas Kantor Sekretariat Rektor Unhas Ishaq Rahman di Jakarta saat dihubungi pada Selasa (13/1/2026).
Satu per satu calon rektor harus memanfaatkan 5 menit guna menyampaikan seluruh idenya.
Waktu tersebut dinilai cukup guna menarik suara MWA Unhas.
"Lalu akan ada sesi tanya jawab dari anggota MWA," sambungnya.(*)
| Kenapa Prof Jamaluddin Jompa Layak Jadi Rektor Unhas Kedua Kalinya? Ini Poin Pencapaiannya |
|
|---|
| Prof JJ Terpilih Lagi, Prof Farida : Unhas Siap Bersaing di Panggung Internasional |
|
|---|
| Pilrek Unhas Usai, Prof JJ dan Prof Sukardi Serukan Rekonsiliasi |
|
|---|
| Permintaan Khusus Wakil Menteri Pendidikan ke Prof JJ Rektor Unhas 2026-2030 |
|
|---|
| Meski Raih 0 Suara, Mengapa Guru Besar UNM Prof Sukardi Weda Tetap Bangga Maju di Pilrek Unhas? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Prof-JJ-Prof-Budu-dan-Prof-Sukardi-Weda-di-Unhas-Hotel.jpg)