Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

El Nino

Hadapi Ancaman El Nino, BPBD Gowa Perkuat Kesiapsiagaan

Prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan potensi El Nino di Indonesia berpeluang cukup tinggi. 

Tayang:
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Alfian
Istimewa/BPBD Gowa
EL NINO - Foto Kepala BPBD Kabupaten Gowa, Wahyuddin, yang diterima Tribun-Timur.com, Minggu (10/5/2026). Ia mengatakan telah melakukan koordinasi untuk mengantisipasi dampak El Nino, 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Ancaman fenomena El Nino diprediksi berdampak cukup tinggi tahun ini mulai diantisipasi oleh Pemerintah Kabupaten Gowa

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sejumlah langkah mitigasi disiapkan guna meminimalkan risiko kekeringan.

Kemudian, air bersih, kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan potensi El Nino di Indonesia berpeluang cukup tinggi. 

Kondisi ini diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang dengan suhu udara yang lebih panas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gowa, Wahyudin, menjelaskan musim kemarau di Gowa telah terjadi sejak bulan April.

Namun, dalam prediksi BMKG, wilayah Gowa masih terjadi hujan.

"kemungkinan puncak musim kemarau berada di Agustus dan September, saat ini bulan Mei 2026 menurut BMKG masih ada wilayah di Gowa," katanya, Minggu (10/5/2026).

Baca juga: Bupati Gowa Pastikan Pertanian Tetap Aman di Tengah Ancaman El Nino

Ia mengaku beberapa dampak yang bisa terjadi seperti kebakaran hutan dan lahan, krisis air bersih, gangguan hasil pertanian, dan kesehatan.

Menurutnya, kondisi kemarau yang dipengaruhi El Nino diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026 mendatang. 

Karena itu, kata dia, BPBD Gowa mulai memperkuat kesiapsiagaan sejak dini.

Salah satu langkah yang disiapkan yakni kemungkinan penetapan status siaga darurat kekeringan apabila kondisi kemarau berlangsung cukup panjang dan berdampak signifikan terhadap masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pemantauan dan patroli rutin di wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan melalui koordinasi lintas sektor.

Tak hanya itu, penyediaan air bersih juga menjadi fokus antisipasi el Nino.

Khususnya ,di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem.

“Baik kepada pemerintah, masyarakat dan media, kita terus melakukan kolaborasi menghadapi El Nino ini. Intinya sosialisasi dan kegiatan pencegahan akan terus dilakukan,” ujarnya.

Wahyuddin mengaku akan memperkuat koordinasi dengan sejumlah pihak, mulai BMKG, Kementerian Kehutanan, hingga instansi terkait lainnya untuk menyusun langkah kesiapsiagaan menghadapi El Nino.

Pemerintah daerah juga menyiapkan skema anggaran belanja tidak terduga sebagai langkah percepatan penanganan apabila dampak El Nino semakin meluas.

"Kami himbau kepada masyarakat dalam menghadapi musim kemarau dan El Nino untuk tetap meningkatkan kesiap-siagaan, tidam membuang sampah sembarang. Termasuk puntung rokok, tidam membakar sampah sembarangan, melakukan penghematan penggunaan air bersih, tetap jaga kesehatan dalam beraktifitas di luar rumah," pungkasnya.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved