Hadapi El Nino, Sekda Gowa Fokus Benahi Pengelolaan Irigasi
Kesamaan langkah antar daerah penting dilakukan karena dampak cuaca ekstrem berpotensi memengaruhi produksi pertanian di sejumlah wilayah.
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis mengingatkan ancaman perubahan iklim dan El Nino tidak bisa dihadapi sendiri oleh satu daerah.
Karena itu, ia mendorong kolaborasi lintas kabupaten dan kota untuk menjaga ketahanan pangan di Sulawesi Selatan.
Hal itu disampaikan Andy Azis saat membuka Sosialisasi Curah Hujan, Alokasi Air Irigasi dan Rencana Tata Tanam Komisi Irigasi Tingkat Kabupaten Gowa Musim Tanam II Tahun 2026 di W Three Style Hotel Makassar, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, kesamaan langkah antar daerah penting dilakukan karena dampak cuaca ekstrem berpotensi memengaruhi produksi pertanian di sejumlah wilayah.
“Kegiatan ini sangat penting bagi kita semuanya. Kita harap bukan saja Maros yang hadir, bukan saja Takalar yang hadir, tetapi Makassar juga dan beberapa kabupaten/kota lainnya,” ujar Andy Azis.
Andy Azis memaparkan sejumlah tantangan dihadapi sektor irigasi di Gowa
Di antaranya, pengelolaan daerah irigasi strategis seperti DI Kampili seluas sekitar 10.518 hektare, DI Bissua sekitar 10.785 hektare, serta wilayah layanan DI Bili-Bili.
Baca juga: Bupati Gowa Dorong Penempatan ASN Berbasis Kompetensi Melalui Ekspose Manajemen Talenta
Selain itu, masih terdapat persoalan infrastruktur irigasi yang membutuhkan rehabilitasi karena tingkat kehilangan air dalam distribusi masih mencapai 20 hingga 30 persen.
"Kita harus menekan angka ini sekecil mungkin agar air sampai ke sawah petani secara maksimal," tegasnya.
Tak hanya itu, ancaman alih fungsi lahan sawah juga menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Gowa.
Saat ini, laju pengurangan lahan baku sawah disebut mencapai sekitar 100 hingga 150 hektare per tahun.
Azis menyebut Gowa dikelilingi delapan daerah, yakni Makassar, Maros, Takalar, Bone, Bulukumba, Sinjai, Bantaeng dan Jeneponto.
Sehingga dibutuhkan kesamaan persepsi dalam menghadapi fenomena iklim dan menjaga swasembada pangan.
Apalagi kata dia, Gowa sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Sulawesi Selatan sehingga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas produksi pertanian.
Terutama memasuki musim tanam II tahun 2026 diperkirakan menghadapi tantangan cuaca tidak menentu.
| Bupati Gowa Dorong Penempatan ASN Berbasis Kompetensi Melalui Ekspose Manajemen Talenta |
|
|---|
| PT Pegadaian Salurkan Bantuan Renovasi Masjid Babul Jannah Bissoloro Gowa |
|
|---|
| Mappatabe ke Darmawangsyah Muin, Ahmad Fadhil Tawil Siap Majukan HIPMI dan UMKM Lokal di Gowa |
|
|---|
| Kisah Daeng Gassing Hidup Sendiri 20 Tahun, Rumah Reyot dan Seatap Ayam |
|
|---|
| Kehebatan Iptu Arman Sosok di Balik Penangkapan 6 Pelaku Teror Rumah Warga di Samata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260507-Sekda-Gowa-Andy-Azis.jpg)