Haji 2026
Puncak Haji Usai, Ancaman Kelelahan dan Penyakit Masih Mengintai Jamaah
Namun bagi petugas haji, berakhirnya Armuzna bukan berarti berakhir pula tantangan penyelenggaraan haji.
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Meski puncak ibadah haji di Armuzna telah selesai, pemerintah menegaskan pelayanan kepada jamaah belum berakhir.
- Fokus utama kini adalah menjaga kesehatan jamaah yang rentan mengalami kelelahan dan gangguan kesehatan pasca-Armuzna.
- Menteri Haji dan Umrah RI, Mochammad Irfan Yusuf, meminta seluruh petugas mempertahankan kualitas layanan hingga akhir operasional haji, termasuk saat jamaah gelombang kedua bergerak dari Makkah ke Madinah.
Laporan Hasim Arfah
Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH – Ribuan jamaah haji Indonesia memang telah menuntaskan rangkaian puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Namun bagi petugas haji, berakhirnya Armuzna bukan berarti berakhir pula tantangan penyelenggaraan haji.
Justru pada fase inilah kesehatan jamaah menjadi perhatian utama, seiring meningkatnya risiko kelelahan, sakit, hingga kematian setelah menjalani rangkaian ibadah yang menguras tenaga.
Memasuki hari ke-44 operasional haji, sebanyak 27.086 jamaah Indonesia yang tergabung dalam 69 kelompok terbang telah dipulangkan ke Tanah Air dari Makkah.
Sementara itu, mulai 7 Juni mendatang, jamaah gelombang kedua akan bergerak dari Makkah menuju Madinah untuk melanjutkan rangkaian ibadah sebelum kepulangan.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochammad Irfan Yusuf, bersama rombongan Amirul Hajj lebih dulu tiba di Madinah guna memastikan seluruh layanan bagi jamaah telah siap, mulai dari akomodasi, konsumsi hingga layanan kesehatan.
Baca juga: Jamaah Haji Kloter 5 Asal Gowa Tampil Bling-Bling Saat Tiba di Makassar
“Karena selesainya puncak haji bukan berarti selesainya pelayanan haji. Kita harus menjaga performa pelayanan ini sampai akhir masa operasional,” kata Gus Irfan saat memberikan keterangan di Kantor Daerah Kerja Madinah, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, konsistensi pelayanan menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan haji. Jangan sampai kualitas layanan yang selama ini mendapat apresiasi menurun pada fase akhir operasional.
Untuk memastikan hal itu, rombongan Amirul Hajj bahkan melakukan inspeksi langsung ke sejumlah dapur penyedia konsumsi jamaah di Madinah.
Langkah tersebut dilakukan agar kualitas makanan tetap terjaga dan sesuai standar hingga jamaah terakhir kembali ke Indonesia.
Di sisi lain, Gus Irfan mengingatkan jamaah agar tidak lengah setelah menyelesaikan puncak ibadah haji. Ia meminta jamaah tetap menjaga kondisi tubuh karena fase pasca-Armuzna masih menyimpan risiko kesehatan yang cukup tinggi.
“Jaga asupan makanan, minuman, serta kegiatan-kegiatan di luar. Jangan sampai kelelahan,” pesannya.
Selain kesehatan jamaah, evaluasi penyelenggaraan ibadah di Mina menjadi fokus utama Kementerian Haji dan Umrah pasca-Armuzna.
| Jamaah Haji Kloter 5 Asal Gowa Tampil Bling-Bling Saat Tiba di Makassar |
|
|---|
| Dari Tanah Suci untuk Dunia: Daging Dam Jamaah Haji Indonesia Mengalir ke Palestina hingga Afrika |
|
|---|
| Jamaah Haji Gowa Tampil Mewah saat Tiba di Makassar, Biaya Jahit Busana Rp8 Juta |
|
|---|
| Alasan Jemaah Haji Ganti Pakaian Sebelum Tiba di Makassar, Ingin Tampil Istimewa |
|
|---|
| Pasca Armuzna Fase Paling Rawan, Menteri Haji Soroti Lonjakan Jamaah Sakit dan Wafat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-06-05-Jemaah-haji-JKB-1-bersiap-pulang-ke-Indonesia.jpg)