Dadan Niat Beri Program MBG untuk Anak Pekerja Migran Indonesia
Guru di Sekolah Indonesia Jeddah berharap agar dapat merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini telah berjalan di Indonesia.
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Waode Nurmin
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com Hasim Arfah dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, meninjau Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi, dan membuka peluang penerapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) yang bersekolah di luar negeri.
Dalam kunjungannya, Dadan mengaku terkesan dengan antusiasme para siswa dan guru SIJ yang datang menyambutnya meski kunjungan berlangsung saat hari libur sekolah."Di sini ada kurang lebih 1.081 anak pekerja migran yang dididik di Sekolah Indonesia Jeddah. Saya kira ini program yang bagus karena bisa membuat anak-anak pekerja migran memiliki harapan masa depan yang lebih baik," kata Dadang di Jeddah, Minggu (1/6/2026).
Menurutnya, sekitar 100 siswa bersama 56 guru hadir menyambut kedatangannya. Mereka menyampaikan harapan agar dapat merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini telah berjalan di Indonesia.
"Mereka sangat well informed terkait program MBG yang ada di Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia, mereka merasa memiliki hak yang sama dan menginginkan program yang sama seperti yang dirasakan teman-temannya di Tanah Air," ujarnya.
Dadang menjelaskan, selain SIJ yang memiliki 1.081 siswa, terdapat pula Sekolah Indonesia Makkah dengan sekitar 400 siswa. Aspirasi dari kedua sekolah tersebut akan dilaporkan kepada Presiden untuk dikaji lebih lanjut.
"Kami datang untuk melihat langsung dan nanti akan kami laporkan kepada Presiden apakah dimungkinkan membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sekolah Indonesia Jeddah. Ini bisa menjadi pilot project pertama," katanya.
Jika disetujui, program tersebut akan menjadi percontohan pertama pelaksanaan MBG di luar negeri. Mekanisme pelaksanaannya akan mengacu pada sistem yang telah diterapkan di Indonesia.
"Kalau pelayanan makan bergizi dilaksanakan, maka akan dilayani oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Kami akan menggandeng pengusaha Indonesia di Jeddah yang mampu membangun SPPG. Mekanismenya akan sama seperti di Tanah Air," jelasnya.
Terkait menu makanan, Dadang menegaskan bahwa penyediaannya akan disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan bahan pangan lokal di Arab Saudi.
"Tentu saja akan disesuaikan dengan kondisi lokal. Mitra yang membangun satuan pelayanan gizinya akan menyediakan makan pagi atau makan siang di sekolah dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di sini," ujarnya.
Menurut Dadang, realisasi program tersebut memerlukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta kementerian yang membidangi perlindungan pekerja migran Indonesia.
"Untuk sementara ini masih dalam tahap kajian. Nanti saya pulang dan melaporkan terlebih dahulu. Kalau disetujui, ini akan menjadi percontohan pertama," katanya.
Pengalaman Menjalani Haji Pertama
Dalam kesempatan yang sama, Dadang juga berbagi pengalaman spiritual saat menunaikan ibadah haji pertamanya tahun ini bersama sang istri setelah menunggu selama 12 tahun.
"Kami berdua sudah mendaftar sejak 5 Mei 2014. Jadi 12 tahun menunggu dan akhirnya dipanggil tahun ini. Kami berangkat menggunakan kuota haji reguler dari Indonesia," tuturnya.
| 26 SPPG Beroperasi di Sinjai, Layani 63 Ribu Penerima Manfaat |
|
|---|
| Sekolah di Pedalaman Walenrang Barat Luwu Belum Tersentuh Program MBG |
|
|---|
| Pelajar di Pedalaman Walenrang Barat Luwu Belum Tersentuh Program MBG |
|
|---|
| Siswa di Pedalaman Walenrang Barat Luwu Belum Tersentuh Program MBG |
|
|---|
| Semangka hingga Selada Diburu Dapur MBG, Petani Bupon Diminta Manfaatkan Peluang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Dadang-Hindayana-di-Jeddah.jpg)