Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Adahi Klaim Salurkan 600 Juta Porsi Makanan ke Dunia Islam

Program Adahi dibentuk sebagai solusi atas persoalan pemborosan daging kurban yang pernah menjadi tantangan besar pada musim haji.

Tayang:
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Waode Nurmin
MCH 2026
ADAHI- Public Relations and Media Specialist Adahi, Talal Abdullah Al-Harbi, saat menerima kunjungan Tim Media Center Haji (MCH) Indonesia di Kantor Pusat Adahi, Makkah, Senin (1/6/2026). 

Laporan Jurnalis Tribun Timur Hasim Arfah dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi


TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH — Program pemanfaatan hewan kurban dan dam haji terbesar di Arab Saudi, Adahi, mengungkap capaian besar selama lebih dari empat dekade beroperasi.

Sejak didirikan pada 1403 Hijriah, program yang berada di bawah pengawasan Royal Commission for Makkah City and Holy Sites tersebut telah melayani lebih dari 25 juta pelaksanaan ibadah kurban atau nusuk, menghasilkan sekitar 600 juta porsi makanan, serta memberikan manfaat kepada lebih dari 30 juta penerima di berbagai negara Islam.

Pencapaian itu disampaikan Public Relations and Media Specialist Adahi, Talal Abdullah Al-Harbi, saat menerima kunjungan Tim Media Center Haji (MCH) Indonesia di Kantor Pusat Adahi, Makkah, Senin (1/6/2026).

Menurut Talal, seluruh capaian tersebut merupakan akumulasi hasil kerja program sejak pertama kali diluncurkan lebih dari 40 tahun lalu.

Adahi dibentuk sebagai solusi atas persoalan pemborosan daging kurban yang pernah menjadi tantangan besar pada musim haji.

“Lebih dari 25 juta nusuk telah dilaksanakan sejak proyek ini berdiri. Daging kurban dan manfaatnya telah menjangkau lebih dari 25 negara di dunia Islam. Kami juga telah menghasilkan sekitar 600 juta porsi makanan dan memberikan manfaat kepada lebih dari 30 juta orang di seluruh dunia,” ujar Talal.

Ia menjelaskan, sebelum program tersebut berjalan, sebagian besar daging kurban berpotensi tidak termanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan sistem distribusi.

Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah Arab Saudi membangun mekanisme terpadu yang mencakup proses penyembelihan, pengolahan, penyimpanan hingga distribusi secara profesional dan berkelanjutan.

Saat ini, distribusi daging dilakukan melalui kerja sama dengan sekitar 700 lembaga amal di Arab Saudi dan jaringan kemanusiaan yang menjangkau lebih dari 25 negara Islam.

Talal menuturkan, Adahi terus berkembang mengikuti peningkatan jumlah jemaah haji. Pada 1420 Hijriah, empat unit operasional baru dibangun untuk meningkatkan kapasitas layanan. Kemudian pada 1445 Hijriah, pengelolaan program sepenuhnya berada di bawah Royal Commission for Makkah City and Holy Sites.

Transformasi digital juga dilakukan dengan mengintegrasikan layanan Adahi ke dalam platform Nusuk pada 1447 Hijriah. Langkah ini memungkinkan jemaah haji mengakses layanan kurban dan dam secara lebih mudah, aman, serta transparan.

“Tujuan utama kami adalah memastikan tidak ada pemborosan daging kurban serta menjamin manfaatnya sampai kepada para penerima yang berhak di dalam maupun luar Arab Saudi,” katanya.

Untuk mendukung operasional berskala besar, Adahi kini mengelola tujuh kompleks penyembelihan yang berdiri di atas lahan seluas sekitar satu juta meter persegi. Seluruh hewan kurban yang masuk ke fasilitas tersebut wajib menjalani pemeriksaan kesehatan dan syariat secara ketat sebelum dan sesudah penyembelihan.

Pemeriksaan veteriner dilakukan sejak satu hingga dua bulan sebelum musim haji, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan ulang setelah proses penyembelihan guna memastikan kualitas daging tetap terjaga dan memenuhi standar keamanan pangan.

Besarnya kapasitas operasional Adahi terlihat dari pelaksanaan musim haji tahun lalu. Dalam satu jam pertama setelah Salat Iduladha saja, fasilitas Adahi mampu menyembelih sekitar 27 ribu ekor hewan kurban, menjadikannya salah satu sistem pengelolaan kurban terbesar dan paling terintegrasi di dunia Islam.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved