Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Pos 9 Aqabah Jadi Titik Vital Layanan Haji Indonesia, Petugas MCR Siaga 24 Jam

Pos 9 berada di persimpangan arus jamaah dari Jamarat Aqabah menuju tenda Mina dan arah Syisyah, Makkah.

Tayang:
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sakinah Sudin
MCH 2026
LAYANAN HAJI - Jamaah haji melempar jumrah aqobah di Jamarat, Mina, Makkah, Arab Saudi, Rabu (27/5/2026). Lempar jumrah aqobah pada 10 Zulhijah merupakan salah satu wajib haji yang dilakukan sebagai simbol pengusiran setan yang pernah dilakukan Nabi Ibrahim AS. ANTARA FOTO/Citro Atmoko 

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-Timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi


TRIBUN-TIMUR.COM, MINA - Pos Mobile Care Rescue (MCR) 9 Aqabah menjadi salah satu titik vital layanan haji Indonesia selama fase lempar jumrah di Mina, Arab Saudi.

Pos yang berada di persimpangan arus jamaah dari Jamarat Aqabah menuju tenda Mina dan arah Syisyah, Makkah, itu berfungsi sebagai pusat bantuan dan pengendali arus jamaah pasca lontar jumrah.

Kepala Pos MCR 2 Pos 9 PPIH Arab Saudi, mengatakan petugas di Pos 9 bertugas memastikan jamaah tidak salah arah saat kembali menuju tenda ataupun hotel usai melempar jumrah.

“Pos 9 ini menjadi central of gravity setelah jamaah melempar jumrah,"  kata Armen kepada Tim Media Center Haji, Kamis (28/5/2026).

"Tugas kami memastikan jamaah tidak salah saat kembali ke tenda ataupun menuju arah hotel,” imbuhnya.

Menurut Armen, layanan di Pos 9 berlangsung nonstop selama 24 jam dengan sistem tiga sif kerja.

Masing-masing tim bertugas selama delapan jam untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal di tengah arus jutaan jamaah yang terus bergerak sepanjang hari.

Tim pertama bertugas pukul 00.00 hingga 08.00 Waktu Arab Saudi (WAS), tim kedua pukul 08.00 hingga 16.00 WAS, dan tim ketiga pukul 16.00 hingga 24.00 WAS.

Armen mengungkapkan para petugas dituntut memiliki kesiapan fisik dan mental yang kuat.

Selain harus berjaga di tengah cuaca panas dan kepadatan ekstrem, petugas juga kerap menghadapi tantangan di lapangan.

“Kadang petugas diusir askar agar tidak berhenti terlalu lama di satu titik, padahal kami sedang membantu jamaah Indonesia,” ujarnya.

Kepadatan arus manusia di sekitar Jamarat menjadi tantangan utama selama fase Armuzna.

Jutaan jamaah haji dari berbagai negara bergerak hampir bersamaan sehingga jamaah kerap kesulitan menemukan arah maupun melihat keberadaan petugas.

Selain mengatur arus jamaah, Pos 9 Aqabah juga menjadi tempat penanganan jamaah yang mengalami kelelahan, kebingungan arah, hingga terpisah dari rombongan setelah lontar jumrah.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved