Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Armuzna Penentu Sukses Haji Indonesia 2026, Menteri Haji Minta Petugas Jaga Layanan Prima

Irfan Yusuf mengatakan, keberhasilan Armuzna akan menjadi tolok ukur utama sukses tidaknya operasional haji Indonesia tahun ini.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sakinah Sudin
MCH 2026
KESIAPAN ARMUZNA - Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menemui jamaah haji Kloter 37 Embarkasi Kertajati, di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Selasa (19/5/2026). Menurutnya, keberhasilan Armuzna akan menjadi tolok ukur utama sukses tidaknya operasional haji Indonesia tahun ini. 

TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH - Fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) disebut menjadi ujian sesungguhnya penyelenggaraan ibadah haji Indonesia 2026. 

Di tengah ribuan petugas yang terus bekerja tanpa henti melayani jamaah haji Indonesia, Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, meminta seluruh petugas mempertahankan pelayanan prima menjelang puncak haji.

Pesan itu disampaikan Irfan Yusuf setiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, Selasa (19/5/2026). 

Menurutnya, keberhasilan Armuzna akan menjadi tolok ukur utama sukses tidaknya operasional haji Indonesia tahun ini.

“Puncak dari haji adalah Armuzna. Jika Armuzna berjalan sesuai harapan, artinya kesuksesan sudah 80 persen,” kata pria yang akrab disapa Gus Irfan itu.

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Pada fase Armuzna, jutaan jamaah dari berbagai negara akan bergerak dalam waktu hampir bersamaan menuju Arafah untuk menjalani wukuf, lalu bermalam di Muzdalifah dan melontar jumrah di Mina. 

Situasi itu membuat aspek pelayanan, transportasi, konsumsi, hingga pengaturan pergerakan jamaah menjadi sangat krusial.

Di tengah tantangan besar tersebut, Gus Irfan mengapresiasi kerja para petugas haji Indonesia yang hingga hari ke-29 operasional dinilai mampu menjaga ritme pelayanan tetap optimal.

“Petugas haji luar biasa. Mereka berjibaku di lapangan dan tone pelayanan sejauh ini sangat positif,” ujarnya.

Petugas haji Indonesia saat ini tersebar di sejumlah daerah kerja mulai dari bandara, Makkah, Madinah, hingga sektor-sektor pelayanan jamaah. 

Mereka menjadi garda terdepan dalam memastikan kebutuhan jamaah terpenuhi selama berada di Tanah Suci.

Sementara itu, pematangan kesiapan Armuzna terus dilakukan setiap hari. 

Pemerintah dan petugas haji menggelar rapat koordinasi rutin setiap malam untuk mengantisipasi berbagai kendala teknis yang berpotensi muncul saat puncak haji berlangsung.

Kepala Satuan Operasi (Kasatops) Armuzna, mengatakan timnya telah beberapa kali melakukan peninjauan langsung ke lokasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina guna memastikan kesiapan fasilitas jamaah.

“Di Arafah misalnya, kami memastikan tenda dan fasilitas di dalamnya siap agar jamaah bisa beribadah dengan nyaman,” ujarnya.

Menurut Surnadi, salah satu fokus utama petugas adalah memastikan seluruh jamaah mendapatkan tempat di tenda saat wukuf di Arafah. 

Untuk mempermudah proses penempatan, setiap tenda nantinya akan dilengkapi data kapasitas dan informasi kloter.

“Jangan sampai ada jamaah yang tidak kebagian tenda,” tegasnya.

Selain kesiapan tenda, tantangan besar lainnya adalah mengatur pergerakan ratusan ribu jamaah Indonesia menuju Arafah pada 8 Dzulhijah. 

Seluruh pergerakan harus dilakukan terukur agar tidak terjadi kepadatan yang berisiko mengganggu keselamatan jamaah.

“Petugas harus bisa memanage gelombang masuknya jamaah,” kata Surnadi.

Dengan waktu yang semakin dekat menuju puncak haji, seluruh petugas kini berada dalam situasi siaga penuh. 

Pemerintah berharap pelayanan yang sudah berjalan baik sejak awal kedatangan jamaah dapat dipertahankan hingga fase Armuzna selesai dilaksanakan.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved