Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Rapat Terbatas di Daker Bandara, Gus Irfan Cek Kesiapan Puncak Haji

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf mengecek persiapan operasional puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Tayang:
Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/MCH 2026
JAGA KESEHATAN- Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf berbincang dengan jemaah haji asal Kloter 37 Embarkasi Kertajati di Bandara Jeddah bersama rombongan Amirul Hajj Indonesia, Selasa (19/5/2026). Ia meminta jemaah haji untuk menjaga kesehatan. 

Ia berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan hingga seluruh rangkaian ibadah selesai, terutama saat memasuki fase Armuzna yang dikenal sebagai puncak pelaksanaan ibadah haji.

Finalisasi Persiapan Armuzna

Terkait persiapan Armuzna, Irfan Yusuf mengatakan pemerintah terus melakukan rapat evaluasi setiap malam guna mengantisipasi berbagai kendala teknis yang mungkin muncul di lapangan.

Menurutnya, sejumlah aspek penting seperti pergerakan jemaah, transportasi, hingga distribusi konsumsi selama Armuzna telah dibahas secara detail dan akan segera difinalisasi.

“Setiap malam kami meeting membahas kendala-kendala yang kemungkinan muncul. Besok akan difinalkan terkait proses Armuzna, termasuk pergerakan, transportasi, dan makanan selama Armuzna,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan Armuzna menjadi indikator utama suksesnya penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun ini.

“Puncak haji itu Armuzna. Kalau Armuzna berjalan sesuai harapan, artinya 80 persen penyelenggaraan haji sudah sukses,” katanya.

 

Apresiasi untuk Petugas Haji

Irfan Yusuf juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang dinilainya bekerja keras di lapangan melayani jemaah.

Menurut dia, para petugas terus berjibaku memastikan pelayanan berjalan optimal sejak kedatangan jemaah hingga menjelang puncak haji.

“Petugas luar biasa. Mereka berjibaku di lapangan dan saya melihat tone pemberitaan dari Tanah Suci juga positif semua,” ujarnya.

Ia berharap semangat para petugas tetap terjaga hingga seluruh rangkaian ibadah selesai, terutama saat fase Armuzna yang menjadi tantangan terbesar dalam operasional haji.

Imbau Jemaah Tidak Memaksakan Diri

Menjelang wukuf di Arafah, Irfan Yusuf juga mengingatkan jemaah Indonesia agar menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas ibadah berlebihan.

Ia meminta jemaah mengukur kemampuan fisik masing-masing, termasuk tidak terlalu sering melaksanakan umrah sunnah yang dapat menguras stamina menjelang puncak haji.

“Jangan memaksakan hal-hal di luar kemampuan. Misalnya umrah sampai tiga atau empat kali, jangan sampai itu membuat risiko kesehatan tidak siap menghadapi wukuf di Arafah,” katanya.

Selain itu, ia meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk tidak menggelar kegiatan city tour sebelum fase Arafah selesai demi menjaga kesehatan jemaah.

“Kepada KBIHU, tolong tidak ada city tour sebelum Arafah selesai. Jemaah harus dijaga kesehatannya,” tegasnya.(hasim arfah/mch 2026)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved