Haji 2026
Rapat Terbatas di Daker Bandara, Gus Irfan Cek Kesiapan Puncak Haji
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf mengecek persiapan operasional puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Ia berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan hingga seluruh rangkaian ibadah selesai, terutama saat memasuki fase Armuzna yang dikenal sebagai puncak pelaksanaan ibadah haji.
Finalisasi Persiapan Armuzna
Terkait persiapan Armuzna, Irfan Yusuf mengatakan pemerintah terus melakukan rapat evaluasi setiap malam guna mengantisipasi berbagai kendala teknis yang mungkin muncul di lapangan.
Menurutnya, sejumlah aspek penting seperti pergerakan jemaah, transportasi, hingga distribusi konsumsi selama Armuzna telah dibahas secara detail dan akan segera difinalisasi.
“Setiap malam kami meeting membahas kendala-kendala yang kemungkinan muncul. Besok akan difinalkan terkait proses Armuzna, termasuk pergerakan, transportasi, dan makanan selama Armuzna,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan Armuzna menjadi indikator utama suksesnya penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun ini.
“Puncak haji itu Armuzna. Kalau Armuzna berjalan sesuai harapan, artinya 80 persen penyelenggaraan haji sudah sukses,” katanya.
Apresiasi untuk Petugas Haji
Irfan Yusuf juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang dinilainya bekerja keras di lapangan melayani jemaah.
Menurut dia, para petugas terus berjibaku memastikan pelayanan berjalan optimal sejak kedatangan jemaah hingga menjelang puncak haji.
“Petugas luar biasa. Mereka berjibaku di lapangan dan saya melihat tone pemberitaan dari Tanah Suci juga positif semua,” ujarnya.
Ia berharap semangat para petugas tetap terjaga hingga seluruh rangkaian ibadah selesai, terutama saat fase Armuzna yang menjadi tantangan terbesar dalam operasional haji.
Imbau Jemaah Tidak Memaksakan Diri
Menjelang wukuf di Arafah, Irfan Yusuf juga mengingatkan jemaah Indonesia agar menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas ibadah berlebihan.
Ia meminta jemaah mengukur kemampuan fisik masing-masing, termasuk tidak terlalu sering melaksanakan umrah sunnah yang dapat menguras stamina menjelang puncak haji.
“Jangan memaksakan hal-hal di luar kemampuan. Misalnya umrah sampai tiga atau empat kali, jangan sampai itu membuat risiko kesehatan tidak siap menghadapi wukuf di Arafah,” katanya.
Selain itu, ia meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk tidak menggelar kegiatan city tour sebelum fase Arafah selesai demi menjaga kesehatan jemaah.
“Kepada KBIHU, tolong tidak ada city tour sebelum Arafah selesai. Jemaah harus dijaga kesehatannya,” tegasnya.(hasim arfah/mch 2026)
| Dari Arafah ke Mina, Ini Tahapan Puncak Pelaksanaan Ibadah Haji |
|
|---|
| Masa Tunggu Pemberangkatan Haji di Bulukumba Turun 10 Tahun |
|
|---|
| Timwas Haji DPR RI Nurdin Halid Tekankan Garuda Harus Ramah Lansia dan Disabilitas |
|
|---|
| Jamaah Calon Haji Kloter 41 Embarkasi Makassar Mulai Masuk Asrama Haji Sudiang |
|
|---|
| Daftar Tunggu Haji Maros Capai 12.469 Orang, Waktu Tunggu Capai 30 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260519_jaga-kesehatan_gus-Irfan-minta-jemaah-jaga-kesehatan.jpg)