Haji 2026
Sujud Syukur Jemaah Haji Indonesia Warnai Kedatangan di Bandara Jeddah
Jemaah spontan bersujud di area jalan setelah keluar dari pintu pemeriksaan imigrasi terminal haji
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Jemaah asal Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah langsung menunaikan sujud syukur sesaat menjejakkan kaki di Tanah Suci
- Mereka spontan bersujud di area jalan setelah keluar dari pintu pemeriksaan imigrasi terminal haji
- Tindakan ini sempat membuat kaget petugas Nusuk yang mengatur kedatangan jemaah dari berbagai negara, sehingga jemaah diarahkan segera memasuki plaza untuk persiapan perjalanan menuju Makkah
Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH — Suasana haru dan syukur mewarnai kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional King Abdul Aziz-Jeddah, Senin (18/5/2026) pagi.
Banyak dari mereka langsung menunaikan sujud syukur sesaat menjejakkan kaki di Tanah Suci.
Seperti yang terlihat pada jemaah asal Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, yang tergabung dalam Kloter YIA 23 embarkasi Yogyakarta. Kloter ini membawa 356 jemaah dan empat petugas, tiba pukul 04.00 WAS.
Saat transit di Plaza B3, sejumlah jemaah langsung bersujud di lantai, menengadahkan tangan dan berdoa dengan khusyuk, mengekspresikan rasa bahagia sekaligus lega setelah menunggu belasan tahun untuk menunaikan ibadah haji.
Sementara itu, jemaah asal Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, yang tergabung dalam Kloter BTJ 12 embarkasi Aceh, tiba pukul 06.00 WAS.
Mereka spontan bersujud di area jalan setelah keluar dari pintu pemeriksaan imigrasi terminal haji.
Tindakan ini sempat membuat kaget petugas Nusuk yang mengatur kedatangan jemaah dari berbagai negara, sehingga jemaah diarahkan segera memasuki plaza untuk persiapan perjalanan menuju Makkah.
Di tengah keramaian, pasangan suami istri, Amat Patoni (61) dan Rumanah Pawira Sentanah (62), menarik perhatian.
Pensiunan PNS itu mengeluarkan secarik kertas berisi doa khusus yang dibawa dari Tanah Air. Mereka mengaku terharu dan bahagia bisa menjalankan ibadah haji setelah menanti lebih dari 13 tahun.
“Menanti sudah 13,5 tahun. Saya memang menabung sejak 2012 untuk mendaftar, lalu menyisihkan Rp 500.000 per bulan untuk melunasi biaya haji,” ungkap Amat.
Pasangan ini juga menaruh harapan agar selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, mereka bisa beradaptasi dengan lancar terhadap lingkungan, makanan, cuaca, dan semua aspek kehidupan di Arab Saudi.
Doa yang dibawa dari keluarga menjadi bagian dari amanah yang ingin mereka tunaikan.
“Kertas doa ini dari saudara yang sudah pernah berhaji. Mereka memberikan ‘sangu’ berupa doa untuk saya dan suami agar dibacakan setelah turun dari pesawat. Saya berharap ibadah haji ini bisa dilakukan dengan khusyuk, sempurna, dan semoga pulang nanti bersama suami bisa meraih haji mabrur,” tutur Rumanah dengan mata berkaca-kaca.
Kedatangan jemaah di Bandara Jeddah menjadi momen haru bagi banyak orang, di mana rasa syukur bertemu dengan penantian panjang yang akhirnya terwujud di Tanah Suci.
(hasim arfah/mch 2026)
| Cerita Mbah Kasrun Jamaah Tertua dari Kasel, Berangkat Haji di Usia 102 Tahun |
|
|---|
| Tak Lagi Antre Berjam-jam di Bandara Arab Saudi, Timwas Haji DPR RI Puji Layanan Mecca Route |
|
|---|
| 387 JCH Kloter 39 Asal Wajo, Bulukumba dan Sultra Tiba di Asrama Haji Sudiang |
|
|---|
| Sosok Caming Sade Sakka Jemaah Haji Asal Bone Wafat di Madinah |
|
|---|
| Operasi Armuzna 2026 Disiapkan Lebih Ketat, Tim Susmina Akan Sambut Jemaah Murur di Mina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260519-Suasana-haru-dan-syukur-mewarnai-kedatangan-jemaah-haji.jpg)