Haji 2026
Tak Lagi Antre Berjam-jam di Bandara Arab Saudi, Timwas Haji DPR RI Puji Layanan Mecca Route
Program Mecca Route memungkinkan seluruh proses keimigrasian Arab Saudi dilakukan sejak di bandara keberangkatan di Indonesia.
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Alfian
Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA - Perjalanan panjang jemaah haji Indonesia menuju Tanah Suci kini mulai terasa lebih ringan.
Jika sebelumnya ribuan jemaah harus menunggu lama di bandara Arab Saudi untuk proses imigrasi, kini banyak di antara mereka bisa langsung bergerak menuju hotel setibanya di Jeddah atau Madinah.
Perubahan itu dirasakan berkat layanan Mecca Route atau fast track yang mendapat apresiasi dari Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI.
Anggota Timwas Haji DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, menilai layanan tersebut menjadi salah satu inovasi penting dalam meningkatkan kenyamanan jemaah haji Indonesia, terutama bagi lansia dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
“Layanan Mecca Route sangat membantu jamaah haji Indonesia. Proses keimigrasian menjadi lebih cepat sehingga saat tiba di Arab Saudi, jamaah dapat langsung menuju hotel atau tempat tujuan tanpa harus antre panjang di bandara,” kata Danang, Senin (18/5/2026).
Program Mecca Route memungkinkan seluruh proses keimigrasian Arab Saudi dilakukan sejak di bandara keberangkatan di Indonesia.
Dengan begitu, jemaah tidak lagi menjalani pemeriksaan imigrasi saat tiba di Arab Saudi.
Baca juga: 387 JCH Kloter 39 Asal Wajo, Bulukumba dan Sultra Tiba di Asrama Haji Sudiang
Skema ini dinilai memangkas kelelahan jemaah setelah menempuh perjalanan udara berjam-jam.
Sebab selama ini, proses antrean imigrasi di bandara kedatangan sering menjadi salah satu titik paling melelahkan bagi jemaah, khususnya mereka yang sudah lanjut usia.
Danang menyebut pemindahan proses imigrasi ke Indonesia membuat perjalanan jemaah jauh lebih efisien dan nyaman.
Selain mempercepat layanan, sistem ini juga membantu mengurangi kepadatan di bandara-bandara Arab Saudi saat musim haji berlangsung.
“Ini bukan hanya soal percepatan layanan, tetapi juga bentuk peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji yang dampaknya langsung dirasakan jemaah,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan fast track menjadi solusi nyata di tengah tingginya mobilitas jutaan jemaah dari berbagai negara yang datang hampir bersamaan ke Arab Saudi.
Timwas Haji DPR RI pun berharap layanan Mecca Route terus diperluas ke lebih banyak embarkasi di Indonesia agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas pada musim haji mendatang.
Dengan sistem tersebut, perjalanan spiritual menuju Tanah Suci diharapkan tidak lagi diawali dengan kelelahan panjang di antrean imigrasi, melainkan rasa tenang karena jemaah bisa langsung fokus memulai ibadah.(*)
| 387 JCH Kloter 39 Asal Wajo, Bulukumba dan Sultra Tiba di Asrama Haji Sudiang |
|
|---|
| Sosok Caming Sade Sakka Jemaah Haji Asal Bone Wafat di Madinah |
|
|---|
| Operasi Armuzna 2026 Disiapkan Lebih Ketat, Tim Susmina Akan Sambut Jemaah Murur di Mina |
|
|---|
| 387 JCH Kloter 38 Asal Sultra Diterbangkan ke Jeddah Malam Ini |
|
|---|
| Sosok 2 Jemaah Tambahan Pinrang Diberangkatkan di Kloter 39 Embarkasi Makassar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260518-Anggota-Timwas-Haji-DPR-RI-Danang-Wicaksana-Sulistya.jpg)