Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jemaah Haji Indonesia Langsung Sujud Syukur di Bandara Jeddah, Ada yang Bawa Kertas Doa

Kloter tersebut membawa 356 jemaah dan empat petugas, tiba sekitar pukul 04.00 WAS.

Tayang:
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Imam Wahyudi
Tribun-timur.com/Muh. Hasim Arfah
SUJUD SYUKUR - Jemaah asal Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, yang tergabung dalam Kloter YIA 23 embarkasi Yogyakarta membaca doa yang ditulis dikertas saat tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz-Jeddah, Senin (18/5/2026). Suasana haru dan syukur mewarnai kedatangan jemaah haji Indonesia. 

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH - Suasana haru dan penuh syukur mewarnai kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Senin (18/5/2026) pagi.

Jemaah langsung sujud syukur setelah menjejakkan kaki di Tanah Suci.

Pemandangan itu terlihat dari jemaah asal Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Kloter YIA 23 Embarkasi Yogyakarta.

Kloter tersebut membawa 356 jemaah dan empat petugas, tiba sekitar pukul 04.00 WAS.

Saat transit di Plaza B3, beberapa jemaah tampak bersujud di lantai sambil menengadahkan tangan dan berdoa khusyuk.

Mereka mengaku bahagia dan lega setelah menunggu belasan tahun untuk menunaikan ibadah haji.

Hal serupa juga dilakukan jemaah asal Kabupaten Simeulue, Aceh, yang tergabung dalam Kloter BTJ 12 Embarkasi Aceh.

Mereka tiba sekitar pukul 06.00 WAS dan spontan bersujud di area jalan usai melewati pemeriksaan imigrasi terminal haji.

Aksi tersebut sempat membuat petugas Nusuk terkejut karena area itu menjadi jalur kedatangan jemaah dari berbagai negara.

Petugas kemudian mengarahkan jemaah agar segera masuk ke plaza untuk persiapan perjalanan menuju Makkah.

Di tengah keramaian, pasangan suami istri Amat Patoni (61) dan Rumanah Pawira Sentanah (62) mencuri perhatian. 

Pensiunan PNS itu membawa secarik kertas berisi doa khusus dari keluarga di Tanah Air.

Amat mengaku telah menanti selama 13,5 tahun untuk berangkat haji.

Ia mulai menabung sejak 2012 dan rutin menyisihkan Rp500 ribu per bulan untuk melunasi biaya perjalanan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved