Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Batuk Jangan Dianggap Sepele, Jamaah Diimbau Lakukan Penanganan Dini

Batuk tidak boleh diabaikan karena dapat berdampak serius terhadap stamina dan kesehatan jamaah menjelang puncak pelaksanaan haji.

Tayang:
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/HASIM ARFAH/MCH 2026
JAMAAH ANTRE - Jamaah haji lansia asal kloter 05 Embarkasi Banjarmasin antre di paviliun Bandara Internasional King Abdulaziz, Kota Jeddah, Arab Saudi, Minggu (10/5/2026). Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama Jamaah Haji (PKP2JH) Sektor 1 Daker Bandara mengingatkan jamaah untuk tidak mengabaikan batuk.  
Ringkasan Berita:
  • Batuk menjadi keluhan kesehatan yang sering dialami jamaah haji akibat cuaca ekstrem, aktivitas padat, dan tingginya mobilitas di Tanah Suci.
  • dr Muhammad Fathi Banna Al Faruqi mengimbau jamaah disiplin memakai masker, menerapkan etika batuk, rajin mencuci tangan, serta memperbanyak minum air hangat.
  • Jamaah juga diminta mengurangi aktivitas berat saat batuk dan segera memeriksakan diri jika muncul gejala seperti sesak napas, nyeri dada, dahak berdarah, atau demam tinggi.

TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH - Batuk menjadi salah satu gangguan kesehatan yang paling sering dialami jamaah haji di tengah padatnya aktivitas ibadah, cuaca ekstrem, serta tingginya mobilitas di Tanah Suci. 

Meski kerap dianggap ringan, kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat berdampak serius terhadap stamina dan kesehatan jamaah menjelang puncak pelaksanaan haji.

Anggota Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama Jamaah Haji (PKP2JH) Sektor 1 Daker Bandara, dr Muhammad Fathi Banna Al Faruqi mengatakan batuk yang tidak ditangani dengan baik dapat menguras stamina jamaah.

"Batuk yang berlangsung terus-menerus bisa menyebabkan kelelahan otot pernapasan, gangguan tidur, bahkan meningkatkan risiko radang paru atau pneumonia. Karena itu, penanganan sejak awal sangat penting," katanya dalam Seri Kesehatan Haji #9 bertajuk Kala Batuk Melanda, Minggu (10/5/2026).

Langkah pertama yang perlu dilakukan jamaah adalah disiplin menggunakan masker, terutama ketika mulai mengalami gejala batuk

Penggunaan masker untuk mencegah penularan penyakit kepada jamaah lain, khususnya di ruang tertutup seperti bus maupun kamar hotel.

Selain itu, jamaah juga diimbau menerapkan etika batuk yang benar dengan menutup mulut menggunakan lipatan siku bagian dalam atau tisu saat batuk. 

Baca juga: 387 Jamaah Haji Kloter 27 Asal Papua Masuk Asrama Haji Sudiang Makassar

Tisu bekas pakai harus segera dibuang ke tempat sampah, kemudian dilanjutkan dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

Fathi juga menyarankan jamaah memperbanyak konsumsi air hangat guna membantu mengencerkan dahak sekaligus meredakan iritasi tenggorokan. 

Sebaliknya, air dingin dan minuman es sebaiknya dihindari agar peradangan tidak semakin berat.

“Jika batuk mulai menguras tenaga, jemaah sebaiknya mengurangi aktivitas fisik berat, termasuk perjalanan ke masjid pada siang hari saat cuaca panas. Simpan tenaga untuk persiapan wukuf di Arafah,” jelas Fathi.

Jamaah tidak boleh menunda pemeriksaan medis apabila batuk disertai gejala lain seperti sesak napas, nyeri dada, dahak kemerahan, maupun demam tinggi.

Menurutnya, menjaga kesehatan pribadi sekaligus mencegah penularan penyakit kepada sesama jamaah merupakan bagian penting dalam menjaga kelancaran ibadah haji bersama.

“Menjaga diri agar tetap sehat dan tidak menularkan penyakit kepada jamaah lain juga termasuk bentuk kepedulian dalam ibadah bersama di Tanah Suci,” jelas Fathi.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah/MCH 2026

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved