Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Jamaah Haji Diimbau Terapkan Buddy System Saat Bepergian di Makkah

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah agar tidak bepergian sendirian selama berada di Tanah Suci.

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Alfian
Istimewa/MCH 2026
HAJI 2026  - Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Linjam) PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah, Tulus Widodo dalam wawancara, Selasa (28/4/2026). Ia menegaskan pentingnya pergerakan secara berkelompok. 

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi


TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH - Pemerintah Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memperketat aturan bagi pengunjung yang ingin memasuki Kota Suci Makkah.

Kebijakan ini juga berlaku bagi jemaah haji Indonesia yang tengah bersiap menjalani rangkaian ibadah haji.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah agar tidak bepergian sendirian selama berada di Tanah Suci.

Jemaah diminta menerapkan sistem pendamping atau buddy system demi keamanan dan kenyamanan.

Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Linjam) PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah, Tulus Widodo, menegaskan pentingnya pergerakan secara berkelompok.

“Untuk petugas maupun jemaah, setiap pergerakan pastikan dilakukan secara buddy system,” ujarnya di Makkah, Selasa (28/4/2026).

Baca juga: Naik Haji Keempat Kalinya, Maraganti Batubara Sujud Syukur saat Tiba di Madinah

Ia menjelaskan bahwa buddy system tidak dilakukan hanya berdua, melainkan minimal tiga orang dalam satu kelompok.

Menurutnya, langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat merugikan jemaah maupun petugas.

Tulus kembali menekankan agar seluruh pihak disiplin dalam menerapkan sistem tersebut selama beraktivitas di luar hotel.

Selain itu, jemaah haji Indonesia yang saat ini masih berada di Madinah juga diingatkan untuk selalu membawa Kartu Nusuk saat tiba di Makkah.

Ia menyebut Kartu Nusuk menjadi syarat wajib untuk beraktivitas di luar hotel maupun mengakses area tertentu.

“Wajib bawa Kartu Nusuk,” tegasnya.

Tulus juga mengingatkan jemaah agar tidak sembarangan menggunakan transportasi menuju Masjidil Haram.

Ia menegaskan hanya taksi resmi yang diizinkan masuk ke area tertentu di sekitar masjid.

“Di sini ada dua taksi resmi, yakni taksi warna putih dan taksi warna hijau,” jelasnya.

Menurutnya, penggunaan taksi tidak resmi berisiko membuat jemaah harus turun jauh dari Masjidil Haram.

Hal tersebut tentu dapat menyulitkan jemaah, terutama bagi lansia dan mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

Sementara itu, data terbaru dari Kementerian Agama Republik Indonesia mencatat sebanyak 34.657 jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan ke Arab Saudi sejak operasional haji dimulai pada 22 April 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 30.611 jemaah telah tiba di Madinah.

Tahun ini, kuota haji Indonesia mencapai 221.000 jemaah.

Rinciannya, sebanyak 203.320 merupakan jemaah reguler atau sekitar 92 persen.

Sedangkan 17.680 lainnya merupakan jemaah haji khusus atau sekitar 8 persen.

Jemaah yang saat ini berada di Madinah dijadwalkan mulai diberangkatkan ke Makkah pada 30 April 2026.

Mereka akan melaksanakan umrah wajib serta bersiap menghadapi puncak ibadah haji di Armuzna.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, mengatakan proses pemberangkatan berjalan tertib dan lancar.

“Secara kumulatif, jumlah kloter yang telah diberangkatkan sebanyak 88 kloter dengan total 34.657 jemaah,” ujarnya.

Ia menambahkan, jumlah kedatangan di Madinah mencapai 78 kloter dengan total 30.611 jemaah.(hasim arfah/mch 2026)

 

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved