Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Tiga Kali Cicip Sehari, Cara PPIH Jaga Energi Jemaah Haji di Tengah Panas Arab Saudi

Kabid Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, mengungkapkan meal test dilakukan rutin untuk seluruh waktu makan—pagi, siang, dan malam.

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Alfian
Istimewa/MCH 2026 
JEMAAH HAJI  - Kedatangan Jemaah Haji dari Embarkasi Banten (JKB) di Hotel Taiba Front Madinah, Kamis (23/4/2026) dini hari Waktu Arab Saudi. Petugas mengecek tiga kali sehari makanan untuk jamaah haji Indonesia.  

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi


TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH - Di balik setiap kotak makan yang diterima jemaah haji Indonesia, ada proses panjang yang tak terlihat, pengecekan ketat tiga kali sehari oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. 

Bukan sekadar mencicipi, tetapi memastikan setiap suapan benar-benar aman, bergizi, dan cukup untuk menopang ibadah di tengah cuaca ekstrem.

Kabid Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, mengungkapkan meal test dilakukan rutin untuk seluruh waktu makan—pagi, siang, dan malam.

Pemeriksaan ini menjadi “garda terakhir” sebelum makanan sampai ke tangan jemaah.

“Sehari tiga kali dilakukan meal test. Ini penting untuk memastikan kualitas rasa, kebersihan, hingga kesesuaian porsi yang diterima jemaah,” ujarnya saat ditemui di Kantor Daker Madinah, Kamis (24/4).

Tak hanya soal rasa, perhatian utama juga tertuju pada komposisi gizi.

Tahun ini, PPIH bahkan meningkatkan standar porsi demi menjaga stamina jemaah yang harus menjalani rangkaian ibadah padat.

Setiap piring kini berisi 170 gram karbohidrat, 80 gram protein, dan 70 gram sayur. 

Baca juga: Berangkat dengan Rindu: Sunasih Tunaikan Haji, Kirim Doa untuk Mendiang Suami dari Tanah Suci

Angka ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Tambahan buah segar seperti jeruk, apel, atau pir, serta air mineral 600 ml, melengkapi kebutuhan cairan di tengah suhu yang bisa mencapai hampir 40 derajat Celsius.

Menariknya, layanan konsumsi juga dirancang inklusif. Bagi jemaah lanjut usia, menu khusus dengan tekstur lebih lunak disiapkan sesuai kebutuhan, berdasarkan koordinasi dengan ketua kloter.

Namun, kualitas makanan tak hanya ditentukan saat disajikan—tetapi juga saat dikonsumsi.

PPIH mengingatkan bahwa faktor waktu menjadi krusial di tengah panasnya Arab Saudi. 

Setiap kotak makan memiliki batas aman konsumsi: sarapan sebelum pukul 09.00, makan siang sebelum 15.00, dan makan malam sebelum 21.00 waktu setempat.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved