Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sewa Lapak Ramadan Fair Pemkab Gowa Diprotes, RDP DPRD-FKPL Tak Ada Titik Temu

Biaya yang dibebankan mencapai Rp 3,5 juta hingga Rp 7 juta per lapak pada Ramadan Fair tahun sebelumnya.

Tayang:
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Sayyid Zulfadli Saleh Wahab
RAMADAN FAIR - Rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD Gowa dan Forum Peduli Pedagang Kaki Lima (FPPKL) Gowa di kantor DPRD Gowa Jl Masjid Raya Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa, Kamis (22/1/2026) Dalam rapat ini membahas besarnya biaya sewa lapak dibebankan para pedagang pada Ramadan Fair.  

Ringkasan Berita:
  • Biaya yang dibebankan mencapai Rp 3,5 juta hingga Rp 7 juta per lapak pada Ramadan Fair tahun sebelumnya.
  • Ramadan Fair yang digelar Pemkab Gowa berlokasi di dua tempat yakni Ruang Terbuka Hijau (RTH) Syekh Yusuf di samping Masjid Agung Syekh Yusuf serta Taman Sultan Hasanuddin, Kabupaten Gowa.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD Gowa dan Forum Peduli Pedagang Kaki Lima (FPPKL) Gowa belum menemukan titik temu. 

RDP tersebut digelar di kantor DPRD Gowa, Jl Masjid Raya, Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (22/1/2026).

RDP berlangsung alot hingga sejam dimulai sekira pukul 14 00 Wita hingga 15 00 Wita 

Rapat dipimpin langsung oleh anggota DPRD Gowa, Abdul Razak.

Agenda utama membahas polemik biaya sewa lapak Ramadan Fair yang diprotes para pedagang.

Dalam forum itu, FPPKL Gowa menilai harga sewa lapak terlalu tinggi. 

Biaya yang dibebankan disebut mencapai Rp 3,5 juta hingga Rp 7 juta per lapak pada Ramadan Fair tahun sebelumnya.

Ramadan Fair rencananya digelar di dua lokasi.

Yakni, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Syekh Yusuf di samping Masjid Agung Syekh Yusuf serta Taman Sultan Hasanuddin, Kabupaten Gowa.

Baca juga: Demonstran Geram Harga Lapak Ramadhan Fair di Gowa Dinilai Cekik PKL

RDP ini juga menghadirkan instansi terkait seperti perwakilan Dispora, Kesbagpol dan Disprindag Gowa.

RDP ini juga merupakan tindak lanjut dari aksi unjuk rasa pedagang yang dilakukan sehari, Kamis (15/1/2026) lalu.

"RDP ini digelar menyusul unjuk rasa teman-teman kemarin," kata Abdul Razak

Pembahasan berlangsung cukup alot.

Sejumlah perdebatan sempat terjadi antara perwakilan pedagang dan pihak terkait.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved