Wamendagri: Kepala Daerah Jangan Hanya Mengeluh
Ia meminta para pemimpin daerah mampu menjawab dinamika yang terjadi, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Menurutnya, keberhasilan daerah dapat dilihat dari berbagai indikator, seperti pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, serta capaian pembangunan lainnya yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Namun demikian, ia mengingatkan agar kepala daerah tidak cepat puas dengan capaian tersebut.
“Jangan pernah kita abai dan terlena dalam capaian-capaian. Kita harus jujur bahwa masih banyak tantangan kita di depan,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya keseriusan dalam mengatasi berbagai persoalan, mulai dari kesenjangan antar daerah, keterbatasan kapasitas fiskal, hingga isu integritas aparatur.
Selain itu, regulasi yang kerap menjadi hambatan inovasi juga perlu disikapi secara bijak oleh para kepala daerah.
“Kita harus jujur untuk terus berjibaku mengatasi masalah kesenjangan antara daerah, kapasitas fiskal, integritas dari kepala daerah dan jajaran, dan juga regulasi sering menjadi kendala,” katanya.
Pesan Presiden
Dalam kesempatan sama, Bima Arya Sugiarto juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto (74) terkait tata kelola pemerintahan.
Menurut Bima, Presiden Prabowo kerap mengingatkan jajaran menterinya tentang pentingnya statecraft, yakni cara mengelola pemerintahan secara efektif dan konkret.
“Bapak Presiden sering mengingatkan pada jajaran menteri-menteri kabinetnya tentang makna dari statecraft. Cara mengelola pemerintahan yang lebih efektif, yang lebih konkret dengan aksi-aksi yang dirasakan oleh warga,” katanya.
Ia menegaskan, pesan tersebut juga relevan bagi para kepala daerah di seluruh Indonesia.
Dalam momentum peringatan otonomi daerah ini, Bima menyampaikan bahwa pemerintah daerah harus mampu menghadirkan tata kelola yang tidak hanya efektif, tetapi juga efisien.
Namun, ia mengingatkan bahwa efisiensi tidak boleh dimaknai secara sempit.
“Efisiensi bukan hanya penghematan. Efisiensi bukan hanya angka-angka yang dilaporkan kepada atasan. Efisiensi adalah cara baru untuk mengelola pemerintahan, transformasi budaya kerja dari kita semua,” ujarnya.
Bima mengapresiasi sejumlah kepala daerah yang konsisten melakukan efisiensi dalam pengelolaan APBD, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan di lapangan.
| Makassar Kota Tata Kelola Terbaik |
|
|---|
| Penyebab Makassar Tembus Predikat Pemerintahan Berkinerja Tinggi, Ungguli Banyak Kota Besar |
|
|---|
| Satu-satunya dari Sulsel, Makassar Diakui sebagai Kota dengan Tata Kelola Terbaik |
|
|---|
| Munafri Tantang Kormi Makassar Gelar Event Sebulan Sekali |
|
|---|
| Wali Kota Makassar Naik Sepeda Pantau Jumat Bersih RT/RW Ujung Tanah dan Wajo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Wakil-Menteri-Dalam-Negeri-Bima-Arya-Sugiarto-34554.jpg)