Pildun 2026
Nonton Piala Dunia Lebih Murah, Antena UHF Buatan Warga Bulukumba Laris Manis
Permintaan antena rakitannya melonjak hingga 20 unit per hari karena banyak warga ingin menyaksikan Piala Dunia melalui siaran TVRI Sport.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Demam Piala Dunia 2026 membawa berkah bagi Ilman Ismail Syam, pengrajin antena UHF di Desa Balangtaroang, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba.
- Permintaan antena rakitannya meningkat tajam karena banyak warga ingin menyaksikan siaran pertandingan melalui TVRI Sport.
- Ilman mampu memproduksi dan menjual 10 hingga 20 antena UHF per hari.
- Selain menjadi sumber penghasilan, usaha tersebut juga memberdayakan sejumlah pemuda setempat untuk membantu proses pembuatan antena.
TRIBUN-TIMUR.COM - Demam Piala Dunia 2026 membawa berkah bagi Ilman Ismail Syam, pengrajin antena UHF di Bulukumba.
Ilman tinggal di Desa Balangtaroang, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba.
Permintaan antena rakitannya melonjak hingga 20 unit per hari karena banyak warga ingin menyaksikan Piala Dunia melalui siaran TVRI Sport.
"Sejak menjelang Piala Dunia 2026 sampai sekarang permintaan antena cukup meningkat," kata Ilman Ismail Syam saat ditemui di rumah produksinya, Senin (15/6/2026).
Banyak warga di pedesaan yang kesulitan menikmati siaran Piala Dunia melalui layanan parabola.
Baca juga: Kreatif Ogah Jiplak, Konveksi Jersey di Pinrang Kebanjiran Berkah Piala Dunia
Sehingga mereka beralih menggunakan antena UHF untuk menangkap siaran televisi yang menyiarkan Piala Dunia.
Ia memproduksi antena UHF sebagai solusi agar masyarakat tetap bisa menyaksikan pertandingan Piala Dunia.
"Jadi kita carikan solusi masyarakat supaya bisa menonton Piala Dunia," ujarnya.
Antena rakitan Ilman dijual dengan harga ratusan ribu rupiah per unit.
Untuk pemasangannya, pelanggan hanya membutuhkan kabel antena sepanjang 7 hingga 10 meter serta tiang sederhana yang umumnya menggunakan bambu.
Permintaan yang tinggi membuat Ilman mampu menjual seluruh antena yang diproduksinya setiap hari.
"Kalau hari ini saya terima pesanan 20 buah dan semuanya habis terjual," katanya.
Rata-rata, ia memproduksi 10 hingga 20 unit antena UHF per hari.
Dalam menjalankan usahanya, Ilman juga memberdayakan sejumlah pemuda setempat untuk membantu proses produksi.
Meski permintaan tinggi, Ilman tidak langsung menerima setiap pesanan.
Ia terlebih dahulu memeriksa kekuatan sinyal siaran TVRI di lokasi pelanggan melalui aplikasi pemantau gelombang siaran untuk memastikan antena dapat berfungsi optimal.
Salah seorang pelanggan, Hamsah, mengaku memilih antena buatan Ilman karena harganya lebih terjangkau dibandingkan memasang parabola baru atau membeli paket data internet untuk menonton siaran pertandingan.
"Antena ini mudah dipasang dan harganya murah. Kualitas gambarnya juga cukup baik, hanya perlu tambahan tiang bambu," kata Hamsah, warga Sinjai Selatan.
Pelanggan Ilman tidak hanya berasal dari Bulukumba.
Pesanan juga datang dari sejumlah wilayah di Kabupaten Sinjai dan Bantaeng.
| Kreatif Ogah Jiplak, Konveksi Jersey di Pinrang Kebanjiran Berkah Piala Dunia |
|
|---|
| Wajar PSM Rekrut Pemain Jepang, Samurai Biru Buktikan Kualitas Tahan Belanda 2-2 di Piala Dunia |
|
|---|
| Nobar Piala Dunia Tanpa Izin Bakal Ditindak, TVRI Sulsel Bersama TNI-Polri Memantau |
|
|---|
| Cafe Sunday Espresso Titik Kumpul Pecinta Sepak Bola di Gowa |
|
|---|
| Omzet Kaos Ta' Parepare Naik 50 Persen Berkat Piala Dunia, Jersey Brasil dan Argentina Paling Laris |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-06-16-KaryawanIlman-Ismail-Syam-sedang-buat-antena-UHF.jpg)