Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wisatawan Tenggelam di Apparalang

Polisi Selidiki Kasus Wisatawan Tewas di Objek Wisata Tebing Apparalang, Pengelola Dipanggil

Namun jika hingga hari ini belum ada laporan maka polisi akan memanggil sendiri pihak pengelola.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
ORANG TENGGELAM - Elmi Febrianti (17), warga Kelurahan Bontokamase, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, saat masih hidup dan saat terjatuh ke laut di kawasan wisata Tebing Apparalang, Desa Ara, Kecamatan Bontobahari, Minggu (7/6/2026). Korban ditemukan meninggal dunia setelah terseret ombak dan arus laut. (Dok. BPBD Bulukumba) 

Polisi juga telah memasang police line di tangga jembatan kayu spot selfi itu. 

Kronologi Kejadian

Awalnya, Elmi Febrianti berwisata ke Tebing Apparalang, Desa Ara, Kecamatan Bontobahari bersama kerabatnya.

Di lokasi itu, rekan Elmi tampak seperti biasa.

Mereka menikmati pemandangan tebing Apparang.

Sempat berfoto di sejumlah spot-spot di objek wisata tersebut.

Usai foto-foto di sejumlah spot, Elmi Febrianti bersama rekannya kemudian turun di lantai kayu batu cadas tepat di atas air tebing Apparalang.

Saat berdiri di ujung papan itu, ia terhempas angin laut saat berada di ujung papan, gelombang besar tiba-tiba datang menghantam tiang.

Elmi Febrianti tidak bisa selamat karena tak mampu berenang di tengah gelombang tinggi dan angin kencang.

Saat terjatuh, tubuh Elmi Febrianti semakin jauh terbawah gelombang.

Sehingga warga di Tebing Apparalang tak mampu meraihnya lalu hilang tenggelam dalam hempasan ombak keras.

Sejumlah pengunjung yang berada di lokasi sempat menyaksikan kejadian itu dengan merekam kamera ponsel.

Korban dilaporkan masih terlihat berusaha bertahan di tengah gelombang sebelum akhirnya terseret arus ke perairan yang lebih jauh.

Namun, derasnya arus dan tingginya ombak membuat upaya pertolongan sulit dilakukan.

Rekan korban maupun pengunjung lainnya tidak berani turun ke laut karena kondisi perairan yang berbahaya serta keterbatasan kemampuan berenang di laut lepas.

Beberapa saksi bahkan merekam detik-detik korban saat terombang-ambing di tengah laut.

Rekaman video tersebut kemudian beredar luas dan menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Setelah korban hilang dari pandangan, rekan-rekannya berupaya meminta bantuan dengan menyebarkan informasi darurat melalui media sosial guna mempercepat proses pencarian oleh tim penyelamat. (*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved