Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kecelakaan Hari Ini

Truk Kontainer Terguling di Bulukumba: Sopir Pik Up Tewas, 3 Luka-luka

Kasat Lantas Polres Bulukumba, AKP Nawir, mengatakan, korban meninggal bernama Ismail (29), sopir mobil pik up

Tayang:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Samsul Bahri
Proses evakuasi jenazah Ismail yang terlindas truk kontainer di Kalimessang, Jl Poros Bulukumba-Bantaeng, Kamis (3/2/2026) petang. Sopir dan penumpang kontainer juga ikut mengalami luka 

TRBUN-TIMUR.COM – Satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka akibat kecelakaan truk kontainer pengangkut beras Bulog di tikungan Kalimessang, Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Kamis (2/4/2026) sore.

Kasat Lantas Polres Bulukumba, AKP Nawir, mengatakan, korban meninggal bernama Ismail (29), sopir mobil pik up asal Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng.

“Korban terjepit antara badan kontainer truk dan stir mobilnya,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Kecelakaan melibatkan sebuah truk kontainer berisi beras Bulog dan mobil pik up yang dikendarai Ismail.

Truk kontainer dikemudikan Risaldi, yang mengalami terguling di tikungan Kalimessang. 

Risaldi mengalami luka lecet pada betis, bibir, dan hidung, dan saat ini dirawat di rumah sakit Kabupaten Bantaeng. 

Dua penumpang kontainer, Rahmin (21) dan Rifal (17), juga terluka dan menjalani perawatan di Puskesmas Baruga, Kecamatan Pajjukukang, Kabupaten Bantaeng.

Lokasi kecelakaan berada sekitar 100 meter dari pintu gerbang perbatasan Bulukumba-Bantaeng.

Mobil kontainer baru saja meninggalkan gudang Bulog sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. 

Diduga kecelakaan terjadi karena sopir kehilangan kendali saat melaju dengan kecepatan tinggi.

Dalam kecelakaan ini, mobil pik up yang dikendarai Ismail ringsek tertimpa kontainer truk.

AKP Nawir menegaskan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan dan mekanisme terjadinya tergulingnya truk kontainer.

Ismail sehari-hari dikenal sebagai pengusaha jagung kering di Kabupaten Bantaeng.

Ia rutin membeli jagung dari petani di Bantaeng, Bulukumba, hingga Sinjai. 

Kematian Ismail meninggalkan seorang istri dan dua anak, menjadikannya tulang punggung keluarga.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved