Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Angin Barat Bawa Sampah Kiriman, Polair dan Warga Bersihkan Pantai Panrangluhu

Sebagian pantai di wilayah Bira tampak kotor dari sampah limbah rumah tangga.

Tayang:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
SAMPAH - Personil Polair Bira melakukan pembersihan Pantai Panrangluhu di Desa Bira, Kecanatan Bontobahari, Bulukumha, Sabtu (14/2/2026). Pembersihan pantai dari sampah sebagai bentuk edukasi ke masyarakat 

Ringkasan Berita:
  • Musim angin barat membuat sejumlah pantai di Kabupaten Bulukumba, termasuk di wilayah Bira, dipenuhi sampah kiriman. 
  • Salah satunya di Pantai Panrangluhu yang dipenuhi limbah plastik rumah tangga akibat gelombang pasang. 
  • Personel Polisi Perairan (Polair) Bira bersama masyarakat turun tangan membersihkan pantai sepanjang 300 meter sebagai bentuk edukasi dan kepedulian terhadap kebersihan kawasan wisata.

TRIBUNBULUKUMBA.COM,BONTOBAHARI - Musim angin barat membuat pantai di Kabupaten Bulukumba menjadi kotor.

Air pasang gelombang laut membawa sampah kiriman terdampar di pantai.

Sebagian pantai di wilayah Bira tampak kotor dari sampah limbah rumah tangga.

Salah satunya di Pantai Panrangluhu.

Pantai ini dipenuhi limbah plastik rumah tangga.  

 Polisi Perairan di Bira, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, turun tangan.

Baca juga: Polisi Selayar Angkat Sampah Kiriman di Pantai Benteng

Mereka bersama masyarakat di Panrangluhu turun di bibir pantai memungut sampah.

"Aksi ini bagian dari edukasi membentuk kesadaran masyarakat jika melihat sampah dapat memungut lalu memasukkan dalam tong sampah," kata Komandan Kapal Polair Bripka Afrianus di sela-sela aksi pungut sampah, Sabtu (14/2/2026).

Panjang kegiatan pembersihan pantai sekitar 300 meter.

Pembersihan pantai mulai dari objek wisata, Panrangluhu hingga di area galangan Kapal Pinisi Panrangluhu.

Afrianus bersama personil Polair di Bira menggunakan pakaian seragam biru-biru.

Personil Polair berbaur dengan masyarakat memungut sampah.

Di tangan-tangan mereka penuh sampah pelastik lalu dimasukkan di kantong hitam.

Di tengah terik panas cahaya matahari, keringat personil polair dan masyarakat bercucuran.

Sesekali, Afrianus berbincang warga sambil beri edukasi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved