Rendemen Gabah Belum Ditetapkan, Petani Bulukumba Khawatir
Ia berharap pemerintah, melalui Bulog, menetapkan batas rendemen 52 kilogram beras dari 100 kilogram gabah.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Saldy Irawan
BULUKUMBA, SULSEL – Pengusaha gabah di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mendesak pemerintah pusat untuk segera menetapkan nilai rendemen gabah menjadi beras.
Mas’ud Abbana, seorang pengusaha gabah di Desa Taccorong, Kecamatan Gantarang, mengaku khawatir menghadapi musim panen padi yang akan dimulai Maret mendatang karena belum ada kepastian penetapan rendemen.
“Petani kita sudah memasuki masa panen, sementara pemerintah belum menetapkan rendemen,” kata Mas’ud saat diwawancarai TribunBulukumba.com, Kamis (12/2/2026).
Ia berharap pemerintah, melalui Bulog, menetapkan batas rendemen 52 kilogram beras dari 100 kilogram gabah.
Menurutnya, jika tidak ada acuan resmi, oknum pedagang berpotensi memainkan harga di tingkat petani, sehingga merugikan petani dan pemerintah sebagai penyerap gabah.
“Kalau tidak ada acuan, oknum pedagang dapat memainkan harga di tingkat petani dan juga merugikan pemerintah karena tidak ada penetapan,” jelas Mas’ud.
Ia menambahkan, ketidakjelasan ini juga berpotensi menimbulkan masalah hukum karena transaksi jual-beli akan didasarkan pada penafsiran, bukan ketetapan resmi pemerintah.
Keluhan tersebut sudah disampaikan ke pihak Bulog di Bulukumba, namun hingga kini belum ada respons.
Rendemen adalah persentase hasil produk (berat kering atau volume) dari total bahan baku yang diolah.
Rendemen menjadi indikator efisiensi produksi, di mana nilai tinggi menunjukkan proses yang lebih efisien dan hasil lebih banyak.
Kabupaten Bulukumba memiliki luas lahan sawah sekitar 22.458 hektar (BPS Sulsel, 2013), sementara dokumen Pemerintah Provinsi Sulsel mencatat total penggunaan lahan sawah mencapai 22.912 hektar.
Kecamatan Ujung Loe menjadi wilayah dengan luas sawah terbesar, sedangkan Herlang terluas terkecil.
Sawah di Bulukumba umumnya berupa sawah irigasi teknis maupun tadah hujan, dengan sebagian besar berperan sebagai lumbung pangan Sulawesi Selatan.
Selain bergantung pada hasil padi, masyarakat Bulukumba juga menggantungkan hidup dari sektor perkebunan.
| Pemkab Bulukumba Gandeng Swasta dan Lembaga Pemerintah Bantu Iuran BPJS Warga Miskin |
|
|---|
| Pelantikan Hipmi Properti Sulsel, Fokus Kolaborasi dan Investasi |
|
|---|
| Proyek Provinsi Irigasi di Ballasaraja Rusak Sebelum Digunakan Petani |
|
|---|
| Sepekan 6 Sapi Hilang, Pencurian Ternak Resahkan Warga Bulukumpa |
|
|---|
| Ahmad Faisal Tebas Mantan Mertuanya Usai Ditanya 'Apa Kau Ambil di Sini? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/gabah-bulukuba-202566.jpg)