Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pembunuhan di Maros

Polisi Belum Tangkap Pembunuh Sopir Maxim di Maros

Polisi masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik kasus yang menggegerkan warga Maros.

Tayang:
Tribun-timur.com/ist
PEMBUNUHAN DI MAROS - Warga Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi bersimbah darah di pinggir jalan pada Minggu (7/6/2026) malam. Korban ditemukan sekitar pukul 19.30 Wita di Jalan Poros Kariango Lorong 3, RT 03 RW 03, Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili. 

Reski bahkan menjadi salah satu orang yang pertama kali mengenali korban di lokasi kejadian.

Saat itu, ia baru pulang bekerja sebagai sopir antardaerah dan melintas di sekitar lokasi penemuan jenazah.

Awalnya ia tidak menyadari bahwa sosok yang tergeletak di pinggir jalan tersebut adalah orangtuanya.

Namun ia kemudian mengenali helm putih yang biasa digunakan sang ayah.

"Melihat ada orang tergeletak di pinggir jalan, saya sempat berhenti. Setelah saya lihat, saya kenali helm putih yang biasa dipakai bapak," kata Reski.

Setelah memastikan identitas korban, ia langsung pulang ke rumah untuk memberitahu ibunya.

"Setelah itu saya langsung pulang memberitahukan kepada ibu yang ada di rumah," ujarnya.

Reski mengaku sangat terkejut atas kejadian tersebut.

Menurutnya, sang ayah dikenal sebagai pribadi yang baik dan tidak pernah memiliki masalah dengan orang lain.

"Bapak tidak pernah cerita punya masalah dengan siapa pun. Sama tetangga juga baik-baik saja, tidak punya utang juga," katanya.

Ia juga mengungkapkan pertemuan terakhir dengan ayahnya terjadi sekira tiga hari sebelum peristiwa nahas tersebut.

Saat itu, sang ayah sempat mengatakan ingin menyampaikan sesuatu kepadanya.

Namun pesan itu belum sempat disampaikan karena Reski sedang berada di luar daerah untuk bekerja.

"Dia bilang mau memberi tahu saya sesuatu, tapi saat itu saya sedang di luar daerah," tuturnya.

Ucapan tersebut kini menjadi kenangan terakhir yang terus teringat dalam benaknya.

Selama lima tahun terakhir, Abd Haris tinggal bersama istri dan dua anaknya di Perumahan Anugrah Residence, Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili.

Salah satu anak korban masih duduk di bangku sekolah dasar.

Reski berharap pembunuh ayahnya segera ditangkap dan dihukum setimpal.

"Saya harap pelaku cepat ditangkap dan dihukum seberat-beratnya," katanya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved