Pembunuhan di Maros
Polisi Belum Tangkap Pembunuh Sopir Maxim di Maros
Polisi masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik kasus yang menggegerkan warga Maros.
"Sudah ada saksi diperiksa, mulai dari saksi yang pertama kali menemukan korban hingga saksi-saksi lainnya," kata Douglas.
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan motif maupun identitas pelaku.
Polisi masih mendalami berbagai kemungkinan, termasuk apakah korban dibuntuti sebelum kejadian atau sudah ditunggu pelaku di lokasi tertentu.
"Nanti akan diketahui dari hasil penyelidikan selanjutnya," ujarnya.
Polres Maros juga mendapat bantuan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Selatan untuk mengungkap kasus tersebut.
"Sampai saat ini kami masih terus berusaha mengungkap pelaku dan mendalami motif dari kejadian ini," katanya.
Korban pertama kali ditemukan oleh warga bernama Ahmad (55).
Saksi melihat korban tergeletak dalam keadaan bersimbah darah di pinggir jalan.
"Kemudian saksi memanggil Ketua RT setempat dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tanralili," katanya.
Personel Polsek Tanralili kemudian mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Tanralili.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga kuat korban merupakan korban tindak pidana pembunuhan.
"Dugaan sementara mengarah pada tindak pidana pembunuhan," katanya.
Pesan Terakhir
Di tengah proses penyelidikan, duka mendalam masih menyelimuti keluarga korban.
Anak korban, Reski Resadrian (21), mengaku masih tidak percaya ayahnya meninggal secara tragis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-06-08-Warga-Kecamatan-Tanralili-Kabupaten-Maros.jpg)