Pesawat ATR Jatuh di Pangkep Maros
Ada Mapala di Serpihan Pesawat ATR 42-500
Mereka Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala). Atas nama kemanusiaan. Didorong naluri menolong.
Sampel pembanding dilakukan di Polda Jawa Barat, Polda Metro Jaya, dan Polda Jawa Tengah.
Seluruh sampel pembanding telah diterima lengkap oleh DVI.
"Apabila jenazah dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan fisik atau metode identifikasi awal, maka hasilnya tidak akan memakan waktu lama," ujar Djuhandhani, Jumat (23/1/2026).
Namun jika diperlukan pemeriksaan lanjutan seperti tes DNA dengan mencocokkan data pembanding yang ada, maka proses memerlukan waktu sepekan.
Hal senada diungkapkan Kepala Pusat Identifikasi (Kapusident) Bareskrim Polri Brigjen Pol Mashudi.
Proses identifikasi ketujuh jenazah diperkirakan rampung sepekan kedepan.
"Jadi kami sudah mengumpulkan data ante mortem, termasuk sidik jarinya sampai sampel tes DNA-nya dari seluruh keluarga korban," terang Mashudi.
Tim DVI terus bekerja melakukan pemeriksaan lanjutan post mortem tujuh kantong jenazah dan satu kantong berisi tulang manusia yang diterima.
"Dan itu butuh proses, kalau memang dari identifikasi primer, sidik jari tidak bisa, pemeriksaan gigi tidak bisa, baru terakhir DNA," terang Mashudi.
Ia berjanji sepekan kedepan seluruh proses identifikasi ke tujuh jenazah akan dirampungkan.
"Kami memeriksa satu korban seperti sidik jari, gigi, dan sampel DNA-nya," tuturnya.
| 4 Bulan Pascainsiden Insiden ATR-42 500, Pangkep Jadi Pusat Diklat SAR Regional |
|
|---|
| Investigasi Kecelakaan ATR 42-500 PK-THT, Masalah Akurasi GPS dan Alarm ATC tak Bunyi |
|
|---|
| Hasil Investigasi KNKT Pesawat ATR Jatuh: Peringatan 'Terrain Terrain Pull Up' Sebelum Tabrak Gunung |
|
|---|
| Kesaksian Anggota Mapala 45 Pakai Parang Nanjak 5 Meter Lepaskan Black Box ATR 42-500 |
|
|---|
| Kopilot ATR 42-500 Dimakamkan di Gowa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-01-24-Mapala-saat-ikut-mencari-korban-pesawat-ATR-42-500.jpg)