Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pesawat ATR Jatuh di Pangkep Maros

Ada Mapala di Serpihan Pesawat ATR 42-500

Mereka Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala). Atas nama kemanusiaan. Didorong naluri menolong.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/ist
MAPALA - Mapala saat ikut mencari korban pesawat ATR 42-500. Mereka ikut mencari korban sejak pesawat TR jatuh di Bulusaraung, Makassar, Sabtu (17/1/2026). 

Sampel pembanding dilakukan di Polda Jawa Barat, Polda Metro Jaya, dan Polda Jawa Tengah.

Seluruh sampel pembanding telah diterima lengkap oleh DVI.

"Apabila jenazah dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan fisik atau metode identifikasi awal, maka hasilnya tidak akan memakan waktu lama," ujar Djuhandhani, Jumat (23/1/2026).

Namun jika diperlukan pemeriksaan lanjutan seperti tes DNA dengan mencocokkan data pembanding yang ada, maka proses memerlukan waktu sepekan.

Hal senada diungkapkan Kepala Pusat Identifikasi (Kapusident) Bareskrim Polri Brigjen Pol Mashudi.

Proses identifikasi ketujuh jenazah diperkirakan rampung sepekan kedepan.

"Jadi kami sudah mengumpulkan data ante mortem, termasuk sidik jarinya sampai sampel tes DNA-nya dari seluruh keluarga korban," terang Mashudi.

Tim DVI terus bekerja melakukan pemeriksaan lanjutan post mortem tujuh kantong jenazah dan satu kantong berisi tulang manusia yang diterima.

"Dan itu butuh proses, kalau memang dari identifikasi primer, sidik jari tidak bisa, pemeriksaan gigi tidak bisa, baru terakhir DNA," terang Mashudi.

Ia berjanji sepekan kedepan seluruh proses identifikasi ke tujuh jenazah akan dirampungkan.

"Kami memeriksa satu korban seperti sidik jari, gigi, dan sampel DNA-nya," tuturnya.

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved