Pesawat ATR Jatuh di Pangkep Maros
Evakuasi Dramatis Korban ATR 42-500 dari Tebing 90 Derajat
Tim SAR gabungan harus menuruni tebing hampir 90 derajat di Gunung Bulusaraung sebelum akhirnya jenazah berhasil dibawa ke Makassar.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Evakuasi korban pertama kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Maros, Sulsel berlangsung dramatis.
- Tim SAR gabungan menuruni tebing hampir vertikal setinggi 250 meter sebelum jenazah berhasil dievakuasi.
- Proses sulit ini dilanjutkan dengan evakuasi udara menggunakan helikopter Dauphin Basarnas.
- Korban kedua teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, 33 tahun, asal Jakarta Timur.
TRIBUN TIMUR, MAKASSAR - Evakuasi korban pertama kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) berlangsung dramatis.
Medan ekstrem berupa tebing hampir 90 derajat membuat tim SAR gabungan harus menempuh jalur darat yang berat.
Korban laki-laki ditemukan tim SAR gabungan di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep dan Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 13.31 WITA.
Jenazah berada di kedalaman jurang sekitar 250 meter, tepatnya di Dusun Lampesu, Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Maros.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menjelaskan evakuasi sangat menantang karena dinding tebing hampir vertikal.
“Akhirnya kami mencari jalur alternatif dan memindahkan korban melalui jalur darat yang berat, ditambah kondisi cuaca yang juga tidak mendukung,” ujar Yudhi.
Jenazah sempat dievakuasi sementara di Dusun Lampesu karena tim SAR memprioritaskan evakuasi korban kedua.
Setelah upaya selesai, korban pertama diberangkatkan ke Makassar.
Pagi tadi, pukul 08.55 WITA, Basarnas menyerahkan korban pertama ke Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel untuk proses identifikasi lebih lanjut.
“Pagi tadi pukul 08.55 WITA kami juga telah menyerahkan (korban lagi) ke tim DVI. Satu korban lagi (diserahkan) yaitu korban pertama,” ungkapnya.
Baca juga: Black Box Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan di Ekor Pesawat
Identifikasi Korban Kedua
Satu jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 berhasil diidentifikasi.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulsel, Kombes Pol dr. Muhammad Haris, mengumumkan identitas korban kedua.
"Jenazah dengan nomor postmortem 62B.01 cocok dengan antemortem nomor AM004 teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono," ujar Dr Muhammad Haris dalam konferensi pers di Biddokkes Polda Sulsel pada Rabu (21/1/2026) pukul 11.30 WITA.
Florencia berusia 33 tahun, beralamat di OAK Tower A Unit 216, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Identifikasi dilakukan melalui sidik jari, data gigi, properti, dan ciri medis.
| Investigasi Kecelakaan ATR 42-500 PK-THT, Masalah Akurasi GPS dan Alarm ATC tak Bunyi |
|
|---|
| Hasil Investigasi KNKT Pesawat ATR Jatuh: Peringatan 'Terrain Terrain Pull Up' Sebelum Tabrak Gunung |
|
|---|
| Kesaksian Anggota Mapala 45 Pakai Parang Nanjak 5 Meter Lepaskan Black Box ATR 42-500 |
|
|---|
| Kopilot ATR 42-500 Dimakamkan di Gowa |
|
|---|
| Sosok Farhan Gunawan di Mata Keluarga: Ceria, Penyayang, dan Gigih Mengejar Mimpi Jadi Pilot |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-21-januari-evakuasi-jenazah-korban-pesawat-jatuh.jpg)