Cuaca Buruk
Cuaca Buruk Bikin Nelayan Bone Takut Melaut, Pilih Kerja Serabutan Menunggu Ombak Reda
Seorang nelayan asal Kecamatan Tanete Riattang Timur, Basri, mengaku belum berani kembali melaut.
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Cuaca buruk masih melanda perairan Kabupaten Bone.
Angin kencang memaksa banyak nelayan menunda aktivitas melaut.
Mereka memilih bertahan di daratan demi menghindari risiko kecelakaan di laut.
Seorang nelayan asal Kecamatan Tanete Riattang Timur, Basri, mengaku belum berani kembali melaut.
Pantauan Tribun-Timur.com, Basri duduk di tepi pantai sambil memandang laut.
Perahunya masih bersandar.
Menurut Basri, angin masih cukup kencang meski ombak mulai mereda.
Rasa khawatir tetap membuatnya mengurungkan niat melaut.
"Meja cuaca e, makencang angin e. Detto malladde ombak e tapi metau metokki lokka mattasi," katanya, Rabu (17/6/2026).
Artinya, cuaca masih buruk dan angin masih kencang.
Meski ombak mulai tenang, nelayan tetap takut melaut.
Basri memilih mencari pekerjaan serabutan sambil menunggu cuaca membaik.
Apa pun pekerjaan tersedia, akan dikerjakan demi memenuhi kebutuhan keluarga.
"Sembarang ujama, intinna engka pemasukan," ujarnya.
Artinya, pekerjaan apa saja akan dikerjakan agar tetap ada penghasilan.
Nelayan lain, Amir, memilih keputusan serupa.
Keselamatan menjadi pertimbangan utama.
Ia berharap cuaca segera membaik agar nelayan bisa kembali mencari ikan dan memperoleh penghasilan. (*)
| Hujan Deras dan Angin Kencang di Wajo, Dua Pohon Tumbang Timpa Pagar SMA dan Rumah Warga |
|
|---|
| Sinjai Diterjang Angin Kencang, 1 Rumah Tertimpa Pohon |
|
|---|
| Makassar Siaga Pohon Tumbang |
|
|---|
| Nelayan Bulukumba Tak Melaut Akibat Cuaca Buruk, Harga Ikan Melonjak! |
|
|---|
| 14 Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang di Sinjai, 52 Warga Mengungsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/CUACA-BURUK-Potret-perahu-nelayan-yang-menepi-di-perairan-Bajoe.jpg)