Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Narawati Tampil Nyentrik Bersama Keluarga Usai dari Tanah Suci

Perpaduan warna tersebut membuat mereka terlihat anggun dan mencolok di tengah keramaian penyambutan.

Tayang:
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Imam Wahyudi
Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi
TAMPIL NYENTRIK - Hj Narawati Kasau (tengah) saat berada di Aula Arafah, Asrama Haji Sudiang Makassar, Rabu (3/6/2026). Hj Narawati tampil nyentrik bareng keluarga. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Kepulangan jamaah haji Kloter 3 Debarkasi Makassar asal Kabupaten Bone di Asrama Haji Makassar selalu mencuri perhatian.

Pasalnya, para jamaah berpenampilan nyentrik dengan pernak pernik mencolok dan sudah menjadi ciri khas.

Seperti pakaian yang digunakan oleh Hj Narawati Kasau yang tampil bersama rombongannya mengenakan kostum hitam yang dipadukan dengan mispa berwarna merah muda (pink). 

Perpaduan warna tersebut membuat mereka terlihat anggun dan mencolok di tengah keramaian penyambutan.

Narawati mengatakan, pemilihan warna hitam bukan tanpa alasan.

Warna tersebut dipilih karena merupakan warna favorit anaknya. 

Sementara sentuhan warna pink pada penutup kepala memberikan kesan cerah dan elegan.

“Memilih warna ini, baju kostum hitam dan mispa pink, karena hitam kesukaan anakku,” katanya saat ditemui di Aula Arafah, Asrama Haji Sudiang, Rabu (3/6/2026).

Busana yang dikenakan saat kepulangan itu ternyata telah dipersiapkan jauh sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. 

Narawati mengatakan pakaian tersebut dibeli dan dijahit khusus di Kabupaten Bone agar tampil seragam bersama keluarganya.

“Ini dipersiapkan sejak mau naik haji, dibeli di Bone," ungkapnya.

Meski terlihat mewah, ia memastikan biaya pembuatan pakaian tersebut tidak mahal. 

“Ini dipersiapkan sejak mau naik haji, dibeli di Bone. Harganya ini murah. Harganya tidak usah disebut, intinya murah,” ujarnya sambil tertawa.

Di balik busana yang menarik perhatian itu, Narawati juga membawa kebahagiaan setelah berhasil menuntaskan ibadah haji. 

Setelah menunggu selama 15 tahun, ia akhirnya dapat berangkat ke Tanah Suci bersama sang ibu.

Ia mengaku seluruh proses ibadah berjalan lancar tanpa kendala berarti. 

Kondisi kesehatannya juga tetap terjaga hingga kembali ke Indonesia.

“Alhamdulillah usai ibadah haji perasaannya lega. Saya berangkat sama mama, menunggu 15 tahun," kata dia.

Selain membawa pengalaman spiritual yang berharga, Narawati turut membawa oleh-oleh khas Arab Saudi berupa cokelat dan kurma untuk keluarga di kampung halaman.

“Ada oleh-oleh yang dibawa untuk keluarga, cokelat sama kurma," jelasnya.

Diketahui, Jamaah haji Kloter 3 Debarkasi Makassar asal Kabupaten Bone tiba di Tanah Air melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Rabu (3/6/2026). 

Kloter 3 terdiri dari 392 orang yang mencakup jamaah dan petugas kloter. 

Rinciannya, 122 laki-laki dan 270 perempuan.

Dari jumlah tersebut, jamaah haji asal Kabupaten Bone menjadi kelompok terbesar dengan total 386 orang, terdiri atas 120 laki-laki dan 266 perempuan.(*) 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved