Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

IAIN Bone

Sosok Prof Lukman Arake dari Pemimpin Ponpes Al Ikhlas Ujung ke Rektor IAIN Bone

Prof Lukman Arake resmi menerima estafet kepemimpinan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone dari Prof Syahabuddin

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Edi Sumardi
Tribun-timur.com/Wahdaniar
REKTOR IAIN BONE- Prof Lukman Arake (kanan) resmi saat serah terima jabatan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone dari Prof Syahabuddin (kiri) di Aula Utama IAIN Bone, Watampone, Kabupaten Bone, Sulsel, Selasa (2/6/2026). Lukman sebelumnya menjabat Ketua Prodi Hukum Tata Negara pada Program Pascasarjana IAIN Bone. 

WATAMPONE, TRIBUN-TIMUR.COM - Prof Lukman Arake resmi menerima estafet kepemimpinan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone dari Prof Syahabuddin dalam serah terima jabatan yang berlangsung di aula utama IAIN Bone, di Watampone, Kabupaten Bone, Sulsel, Selasa (2/6/2026).

Prosesi tersebut menandai berakhirnya masa kepemimpinan Prof Syahabuddin yang memimpin IAIN Bone sejak 2022.

Lukman menjadi rektor ke-13 di  perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di "Bumi Arung Palakka" itu.

Sebelum terpilih sebagai rektor, Lukman menjabat Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung di Bone.

Ponpes tersebut didirikan pada 18 September 2000 oleh orang tua Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, yakni H. Andi Muhammad Umar dan Hj. Bunga Tungke, di Desa Ujung, Kecamatan Dua Boccoe, Bone.

Lukman telah dilantik Menteri Agama RI, Prof Nasaruddin Umar sebagai Rektor IAIN Bone periode 2026–2030 pada 11 Mei 2026.

Serah terima jabatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars IAIN Bone, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, penandatanganan berita acara, serta penyerahan memori jabatan.

Dalam sambutannya, Syahabuddin mengajak seluruh sivitas akademika untuk memberikan dukungan penuh kepada kepemimpinan baru. Ia menegaskan pentingnya melanjutkan berbagai program strategis yang telah dirintis, terutama percepatan transformasi IAIN Bone menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

"Saya meminta kepada Bapak Rektor untuk meneruskan apa yang telah kita capai, khususnya alih bentuk menjadi UIN. Potensi yang kita miliki, semua kita tumpahkan," ujarnya.

Prof Syahabuddin juga berharap berbagai program pengembangan kampus yang telah berjalan dapat terus diperkuat pada masa kepemimpinan berikutnya.

"Suksesnya Rektor adalah suksesnya kita semua. Saya memohon maaf atas segala kekurangan dan khilaf selama menjabat sebagai Rektor," katanya.

Sementara itu, Lukman menegaskan bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak ditentukan oleh individu semata, melainkan lahir dari kerja kolektif seluruh elemen kampus.

Menurutnya, kebersamaan dan soliditas menjadi fondasi utama dalam mendorong kemajuan institusi.

"Memang secara struktural saya yang diamanahi sebagai Rektor, namun saat berbicara tentang kampus ini, kita semua adalah satu kesatuan yang tidak mungkin terpisahkan. Karena kampus ini adalah rumah kita," ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi atas berbagai capaian yang berhasil diraih IAIN Bone selama kepemimpinan Syahabuddin.

Di antaranya kehadiran mahasiswa asing, jurnal Al-Dustur yang berhasil terindeks Scopus, pengukuhan 17 guru besar, serta kemajuan proses alih status menuju UIN.

"Bahkan saya berani mengatakan ada beberapa keberhasilan yang baru terjadi dalam sejarah per-STAIN-an dan per-IAIN-an Bone," ungkapnya mengatakan.

Dalam kesempatan tersebut, Lukman turut mengenang peran Syahabuddin sebagai mentor yang banyak memberikan dukungan dalam perjalanan karier akademiknya, termasuk saat proses pengusulan guru besar.

"Yang tidak bisa saya lupakan adalah saat proses pengusulan Guru Besar. Beliau menelepon saya jam dua malam dan menyampaikan, 'Selamat, Anda sudah jadi Profesor'," kenangnya.

Memasuki periode kepemimpinannya, Lukman menetapkan tiga agenda prioritas, yakni percepatan transformasi IAIN Bone menjadi UIN, pengembangan infrastruktur kampus, serta percepatan pengurusan jabatan guru besar bagi dosen yang telah memenuhi persyaratan.

Saat ini, IAIN Bone memiliki 23 program studi, termasuk Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang baru dibuka.

Ia optimistis berbagai target tersebut dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan semangat kebersamaan seluruh sivitas akademika.

"Apapun yang kita laksanakan, seberat apapun bebannya, kalau kita solid maka semuanya akan terasa ringan. Itulah yang akan kita lakukan empat tahun ke depan," tandasnya.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan cendera mata kepada kedua rektor serta sejumlah persembahan dari sivitas akademika yang semakin menghangatkan suasana pergantian kepemimpinan di IAIN Bone.

Rektor STAIN - IAIN Bone dari masa ke masa:

1967-1970 K.H. Harisah Husain

1970-1983 Drs.K.H. Muhammad Rasyid

1983-1985 Drs. H. Moerad Oesman

1985-1987 Dra. Hj. Andi Rasdiyanah

1987-1996 Drs. K.H. Muhammad Rusyaid

1996-2002 Drs. Haddise, MA.

2002-2006 Dr. H. A. Sarjan, M.A.

2006-2010 Prof. Dr. H. A. Sarjan, M.A.

2010-2014 Prof. Dr. H. Syarifuddin Latif, M.Hi

2014-2016 Prof. Dr. H. Haddise, M.A.

2016-2016 (28 Juli 2016) Prof. Dr. A. Nuzul, S.H., M.Hum (Plt)

2016-2018 Prof. Dr. A. Nuzul, S.H., M.Hum.

2018-2022 Prof. Dr. A. Nuzul, SH., M.Hum.

2022-2026 Prof. Dr. H. Syahabuddin, M.Ag.

2026-2030 Prof. Dr. Lukman Arake

Alumnus DDI Mangkoso

Lukman merupakan alumnus Ponpes DDI Mangkoso.

Pria kelahiran Polmas, Sulawesi Barat, 3 September 1973 itu pernah menjabat Ketua Prodi Hukum Tata Negara pada Program Pascasarjana IAIN Bone.

Pendidikan S1 hingga S3-nya diselesaikan di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

Dia menyelesaikan program doktoralnya dengan nilai Mumtaz ma’a Syaraf Al-Ula (Istimewa dengan Predikat Kehormatan Pertama).(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved