Muscab PKB Bone Memanas, Umardin Ditantang Tiga Kandidat Kuat
Petahana Umardin dipastikan tidak akan melenggang mulus dalam perebutan kursi Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa di Bone.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ansar
TRIBUN TIMUR, MAKASSAR - Perebutan kursi Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bone kian memanas jelang Musyawarah Cabang (Muscab).
Persaingan yang semula diikuti tujuh kandidat kini mengerucut menjadi empat nama kuat yang siap bertarung memperebutkan pucuk kepemimpinan partai.
Petahana Umardin dipastikan tidak akan melenggang mulus dalam perebutan kursi Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa di Bone.
Ia harus menghadapi tiga penantang serius.
Mereka adalah Farel Adywansyah, Andi Adhar, dan Asmarjun.
Ketiganya telah lolos tahapan uji kelayakan dan kepatutan (UKK).
Keempat kandidat telah mengikuti proses seleksi di Makassar.
Seluruh nama tersebut kini telah dikirim ke DPP PKB untuk diputuskan.
Pada Pemilu 2024, PKB di bawah komando Umardin meraih 7 kursi DPRD Bone.
Perolehan itu meningkat signifikan dibanding Pemilu 2019 yang hanya 3 kursi.
Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sulsel, Muhammad Haekal, menegaskan kandidat yang mengikuti seluruh tahapan seleksi yang dapat melaju ke tahap berikutnya.
“Empat nama tersebut telah mengikuti seleksi UKK dan sudah kami kirim ke DPP,” ujar Muhammad Haekal merespons empat kandidat tersebut, Senin (4/5/2026).
Sementara itu, tiga kandidat lainnya dipastikan gugur karena tidak mengikuti tahapan Uji Kompetensi Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).
Mereka di antaranya Muhammad Ali Arham, Suradi, dan Muh Asrullah.
Dari empat nama yang tersisa, masing-masing memiliki latar belakang dan kekuatan politik tersendiri.
Farel Adywansyah diketahui merupakan anggota DPRD Bone dari Fraksi PKB dapil IV, yang meliputi Kecamatan Tellu Limpoe, Lamuru, Lapri, Bengo, Ulaweng, dan Amali.
Sementara Andi Adhar dikenal sebagai anggota Badan Kehormatan DPRD Bone yang memiliki pengalaman dalam menjaga etika dan tata kelola lembaga.
Adapun Asmarjun merupakan mantan calon legislatif PKB Bone pada Pemilu 2024.
Di sisi lain, Umardin sebagai petahana memiliki keunggulan pengalaman dan penguasaan struktur partai.
Namun, tantangan dari tiga penantang dinilai cukup kuat untuk menggoyang posisinya.
Keputusan akhir terkait siapa yang akan memimpin PKB Bone selanjutnya akan ditentukan oleh DPP PKB, setelah melalui pembahasan di tingkat wilayah.
Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad, menegaskan bahwa pihaknya telah merampungkan uji kelayakan dan kompetensi tahap kedua bagi para kandidat.
Tahapan ini merupakan lanjutan dari seleksi awal yang sebelumnya dilakukan oleh pihak ketiga, yakni Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.
Berbeda dari tahap pertama yang menitikberatkan pada aspek psikologi dan karakter.
Tahap kedua ini menjadi fit and proper test langsung oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.
Dalam proses tersebut, setiap kandidat diminta menyiapkan komitmen konkret sebagai dasar penilaian.
Mulai dari program kerja yang akan ditawarkan, hingga rancangan struktur kepengurusan yang memuat nama-nama yang akan terlibat dalam penguatan organisasi.
“Semua itu kemudian didalami oleh tim DPP, termasuk sejauh mana kesiapan mereka dalam menjalankan roda organisasi,” ujar Azhar.
Ia menegaskan, fokus utama dalam tahap ini adalah kemampuan kandidat meyakinkan DPP PKB.
Utamanya dalam membangun kekuatan partai hingga ke tingkat paling bawah, mulai dari kabupaten hingga desa dan kelurahan.
Azhar juga mengungkapkan bahwa hasil uji kelayakan tersebut tidak langsung ditetapkan di tingkat wilayah.
Seluruh hasil akan dibawa ke forum DPP PKB untuk dibahas lebih lanjut dan menentukan kandidat yang dinilai paling siap untuk langsung bekerja.
“Waktu kita tidak panjang. Juli sudah pelantikan, dan Desember seluruh infrastruktur harus lengkap. Kalau komitmen itu tidak terpenuhi, tentu ada konsekuensi berupa evaluasi hingga pergantian,” tegasnya.
Diketahui, sebanyak 34 peserta mengikuti seleksi tahap ini untuk memperebutkan posisi Ketua DPC kabupaten/kota di Sulsel.
Namun, dari total 24 daerah, terdapat enam kabupaten/kota yang tidak mengirimkan kandidat.
Yakni Toraja, Toraja Utara, Sidrap, Palopo, Luwu Timur, dan Soppeng.
Terkait penentuan akhir, Azhar menyebut mekanismenya akan dibahas melalui rapat di tingkat DPW sebelum diputuskan secara final oleh DPP PKB. (*)
| Motif Penganiayaan hingga Jari Putus di Bone Terungkap, Dendam Lama |
|
|---|
| Mahasiswa Politeknik Bone Akhiri Hidup, Sempat Ribut dengan Kekasih |
|
|---|
| Pengendara Suzuki Nex Meninggal di TKP Setelah Tabrak Gran Max |
|
|---|
| Empat Tim Diturunkan, PDAM Bone Temukan Biang Kerok Krisis Air Bersih |
|
|---|
| Persit Bone Tanam Ratusan Bibit Pohon di Desa Mallari: Jati Merah, Mahoni, hingga Jambu Kristal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/PKB-BONE-Ketua-DPC-PKB-Bone-Umardin-diterima-Tribun-Timurcom.jpg)