Infrastruktur Minim, Petani Bone Bertaruh Nyawa Angkut Hasil Panen
Sederhana, rapuh, namun cukup memberi secercah rasa aman dibanding harus langsung berhadapan dengan arus sungai.
"Saya pikir waktu itu sudah tidak selamat. Tapi saya ingat keluarga di rumah, jadi saya berusaha bertahan," katanya lirih.
Cerita serupa juga datang dari Ali (38).
Baginya, kondisi ini bukan hanya soal sulitnya akses, tetapi juga tentang rasa diabaikan.
"Kami ini petani kecil, hanya berharap bisa hidup dari sawah. Tapi untuk bawa hasil panen saja harus bertaruh nyawa," katanya.
Menurut Ali, musim panen yang seharusnya menjadi momen penuh suka cita justru berubah menjadi waktu yang paling menegangkan.
"Harusnya panen itu membahagiakan. Tapi bagi kami, justru penuh rasa takut—takut jatuh, takut hanyut, takut tidak bisa pulang," ujarnya.
Di tengah keterbatasan itu, warga tak tinggal diam.
Secara swadaya, mereka bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu.
Sederhana, rapuh, namun cukup memberi secercah rasa aman dibanding harus langsung berhadapan dengan arus sungai.
Jembatan itu kini menjadi urat nadi sementara bagi aktivitas warga.
Padahal, potensi wilayah tersebut tidak kecil.
Sekira 100 hektar lahan persawahan terbentang, dengan produksi mencapai 750 ton gabah dalam sekali panen.
Dalam setahun, panen bisa dilakukan hingga dua kali—menjadikannya sumber penghidupan utama masyarakat setempat.
Namun besarnya potensi itu belum diiringi dengan infrastruktur yang memadai.
Ketiadaan jembatan layak masih menjadi persoalan mendasar yang tak kunjung terselesaikan.
Di balik derasnya arus sungai, tersimpan harapan sederhana dari warga: hadirnya perhatian dan solusi nyata dari pemerintah.
Agar suatu hari nanti, mereka tak lagi harus mempertaruhkan nyawa hanya untuk membawa pulang hasil panen.(*)
| Andi Asman Ingatkan Kades Terpilih: Tidak ada Lagi Perbedaan Warna |
|
|---|
| Intip Sapi Kurban Prabowo di Bone, Berat 1 Ton Seharga Rp100 Juta dari APBN |
|
|---|
| Bone Distribusikan 46 Ekor Sapi Kurban H-1 Iduladha, Pesantren hingga Petugas Kebersihan Kebagian |
|
|---|
| Daftar 18 Kepala Desa Baru di Bone, Andi Asman Ingatkan Program Prabowo Subianto |
|
|---|
| Andi Asman Kurban 40 Sapi untuk Pesantren hingga Keluarga Prasejahtera |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/PETANI-BONE-Potret-jembatan-darurat-dari-bambu-dibangun-secara-swadaya.jpg)