Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

BBM Langka

Antrean Panjang Kendaraan di SPBU, DPRD Bone Sebut BBM Tak Langka, Penyebab Lain Diungkap

Ia menegaskan, antrean panjang bukan disebabkan kelangkaan BBM atau penimbunan, melainkan karena kepanikan masyarakat.

Penulis: Wahdaniar | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Wahdaniar
BBM LANGKA - Ketua Komisi II DPRD Bone, Andi Muhammad Idris Rahman (Andi Alang). dan antrean kendaraan untuk mengisi BBM di SPBU jalan Mangga Kecamatan Tanete Riattang beberapa waktu lalu. DPRD Bone menyebut antrean terjadi akibat panic buying, bukan kelangkaan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Ketua Komisi II DPRD Bone, Andi Muhammad Idris Rahman atau yang akrab disapa Andi Alang, memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Bone dalam kondisi aman.

Hal itu disampaikan Andi Alang usai pengawasan langsung ke sejumlah SPBU di Bone, menyusul ramainya antrean kendaraan dalam beberapa hari terakhir.

Ia menegaskan, antrean panjang bukan disebabkan kelangkaan BBM atau penimbunan, melainkan karena kepanikan masyarakat.

“Tidak langka, juga tidak ada penimbunan. Antrean terjadi karena masyarakat panik. Banyak yang mengumpulkan kendaraan untuk mengisi BBM sekaligus, sehingga stok cepat habis sebelum sore hari,” ujar Andi Alang, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan kesan seolah-olah terjadi kelangkaan, padahal pasokan masih mencukupi kebutuhan.

Andi Alang mengaku pihaknya terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi BBM tetap lancar.

“Sejauh ini koordinasi kami dengan Pertamina berjalan baik. Saya sebagai pengawas SPBU di Kabupaten Bone memastikan stok saat ini aman,” jelasnya.

Ia juga menyebut penambahan kuota BBM tidak mengalami kendala dan masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Penambahan kuota tidak ada persoalan. Jadi sampai saat ini, kondisi BBM di Bone masih aman,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menilai kepanikan masyarakat dipicu oleh berbagai informasi yang berkembang, termasuk isu kenaikan harga BBM dan kondisi geopolitik internasional.

“Banyak masyarakat panik karena mengira akan terjadi kelangkaan atau kenaikan harga.

Ini juga dipengaruhi isu global, seperti konflik di Timur Tengah antara Iran dan Israel,” katanya.

Menurutnya, informasi tersebut membuat masyarakat membeli BBM dalam jumlah lebih banyak dari biasanya.

Padahal, pemerintah telah menjamin ketersediaan BBM dalam beberapa waktu ke depan.

“Saya mengimbau masyarakat tidak perlu terlalu panik menghadapi situasi ini,” tegasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved