Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tradisi 'Napake Mappuasa' Warga Ulaweng Bone Pilih Nikah Jelang hingga Usai Lebaran

Kepala KUA Ulaweng, H. Muhammad Saleh, mengatakan, fenomena ini merupakan hal yang rutin terjadi setiap tahun.

Penulis: Wahdaniar | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
PERNIKAHAN - Potret Kepala KUA Ulaweng, H Muhammad Saleh saat menjadi penghulu disalah satu nikahan. Pengantin di Ulaweng Bone dominan pilih menikah di Bulan Syawal, KUA layani 10 pasang. (Kepala KUA Ulaweng, H Muhammad Saleh) 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Masyarakat di Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, dominan memilih melangsungkan pernikahan pada bulan Syawal setelah Hari Raya Idul Fitri.

Hal tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah pasangan yang mendaftarkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ulaweng.

Kepala KUA Ulaweng, H. Muhammad Saleh, mengatakan, fenomena ini merupakan hal yang rutin terjadi setiap tahun.

Menurutnya, bulan Syawal menjadi salah satu waktu favorit masyarakat untuk melangsungkan pernikahan.

“Biasanya kalau sudah lebaran Idul Fitri, Alhamdulillah ada sampai 10 pasang yang menikah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (27/3/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan jumlah pendaftar tidak hanya terjadi setelah lebaran, tetapi juga sudah mulai terlihat sebelum bulan Ramadan.

Bahkan, selama bulan puasa, masyarakat tetap antusias mendaftarkan pernikahan di KUA.

“Biasanya sebelum puasa dan saat sudah puasa itu banyak yang mendaftar,” jelasnya.

Selain itu, sebelum Ramadan juga banyak pasangan yang memilih menikah karena alasan religius.

Tradisi yang dikenal dengan istilah 'napake mappuasa' menjadi salah satu faktor pendorong.

“Biasanya sebelum puasa juga banyak yang menikah. Orang bilang ‘napake mappuasa’, artinya sekalian beribadah di bulan puasa,” tambahnya.

Menurutnya, momen Ramadan hingga bulan Syawal dianggap sebagai waktu yang baik dan penuh berkah untuk memulai kehidupan rumah tangga.

Sementara itu, salah satu calon pengantin asal Kecamatan Ulaweng, Rahma (25) mengaku sengaja memilih menikah di bulan Syawal.

Ia menilai suasana lebaran yang masih terasa hangat menjadi alasan utama.

“Kami memilih menikah di bulan Syawal karena suasana masih lebaran dan keluarga juga masih banyak yang berkumpul,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meyakini bulan Syawal membawa keberkahan untuk memulai rumah tangga.

Rahma berharap pernikahannya dapat berjalan lancar dan menjadi awal yang baik dalam membangun kehidupan bersama pasangan. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved